Dukung HKI UKDW, Agung Dorong Hilirisasi Hasil Riset Perguruan Tinggi

  • 24 Sep 2026 23:43 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) DIY Agung Rektono Seto hadir dan membuka Seminar Optimalisasi Peran Sentra Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang diselenggarakan Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW). Seminar kekayaan intelektual ini bertema 'Inovasi Berdaya Saing: Strategi Hilirisasi HKI dalam Menjawab Kebutuhan Industri' ini.

Kakanwil Agung Rektono Seto mendorong hilirisasi hasil riset perguruan tinggi dalam Seminar Optimalisasi Peran Sentra HKI yang dilaksanakan di Ruang Seminar Pdt. Dr. Harun Hadiwijono UKDW, Senin, 22 Septembern 2026.

"Kantor Wilayah Kementerian Hukum DIY memandang bahwa peningkatan pemanfaatan dan komersialisasi kekayaan intelektual merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem kekayaan intelektual yang semakin kuat. Dalam konteks inilah keberadaan Sentra HKI menjadi sangat penting," ujar Agung.

Agung mengatakan Sentra HKI di perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai salah satu penghubung antara penelitian, inovasi, perlindungan kekayaan intelektual, dan pemanfaatan hasil inovasi. Agung juga menyampaikan adanya Sentra HKI juga perlu didukung dengan kolaborasi lintas sektor dalam proses hilirisasi kekayaan intelektual.

"Hilirisasi HKI dengan demikian merupakan sebuah proses yang membutuhkan kolaborasi. Tidak dapat dilakukan oleh perguruan tinggi saja, tetapi memerlukan keterlibatan pemerintah, dunia usaha dan industri, lembaga penelitian, inventor, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Melalui sinergi tersebut, kita berharap dapat membangun sebuah ekosistem inovasi yang mampu menjembatani hasil penelitian dengan kebutuhan nyata dunia industri," kata dia, memaparkan.

Kemenkum DIY sendiri menegaskan pentingnya perubahan paradigma pengelolaan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dari sekadar perlindungan hukum menuju tahap hilirisasi yang bernilai ekonomi tinggi. Hal tersebut disampaikan dalam Seminar Optimalisasi Peran Sentra HKI bertema 'Inovasi Berdaya Saing: Strategi Hilirisasi HKI dalam Menjawab Kebutuhan Industri' yang diselenggarakan Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM).

Agung Rektono Seto menegaskan, pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut penciptaan inovasi yang tidak hanya terlindungi secara hukum, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan dunia industri.

"HKI bukan hanya instrumen perlindungan hukum terhadap hasil kreativitas dan inovasi, melainkan juga aset strategis yang memberikan nilai ekonomi apabila dikelola dan dimanfaatkan secara tepat. Keterkaitan kekayaan intelektual dengan pengembangan usaha dan daya saing menunjukkan bahwa HKI memiliki peran langsung terhadap pertumbuhan ekonomi," ujar Agung di Yogyakarta.

Agung menekankan pentingnya peran Sentra HKI perguruan tinggi sebagai jembatan yang menghubungkan hasil penelitian akademis dengan sektor industri. Menurutnya, hasil riset perguruan tinggi harus didorong agar tidak berhenti pada level laporan atau publikasi ilmiah semata, melainkan dihilirisasi menjadi produk maupun layanan konkret.

"Perlindungan HKI bukan tujuan akhir, melainkan tahapan awal agar inovasi memberikan manfaat lebih luas. Peneliti perlu memahami kebutuhan industri sejak awal, dan dunia industri harus membuka ruang kolaborasi. Sentra HKI berperan mempertemukan inventor, perguruan tinggi, pemerintah, dan pelaku usaha," tegasnya.

Seminar ini turut dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik dan Riset serta Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UKDW. Kakanwil Kemenkum DIY menyampaikan apresiasi terbentuknya sinergi antara Kementerian Hukum dan UKDW yang dipandang sebagai langkah krusial dalam memperkuat ekosistem kekayaan intelektual melalui program edukasi, pendampingan, hingga pemanfaatan riset.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....