PLN Yogyakarta Dorong Pemahaman Transisi Energi melalui Seminar Nasional

  • 03 Okt 2026 12:45 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - PLN UP3 Yogyakarta dan Wonosari mendorong pemahaman masyarakat mengenai transisi energi dan dekarbonisasi. Upaya tersebut dilakukan melalui Seminar Nasional “From Fossil to Future”, Kamis, 1 Oktober 2026.

Seminar diselenggarakan BEM KM Institut Teknologi Yogyakarta (ITY) di Grhatama Pustaka Yogyakarta secara hybrid. Kegiatan mempertemukan unsur pemerintah, industri, akademisi, mahasiswa, dan masyarakat untuk membahas transisi energi.

Seminar mengangkat tema “Tambang untuk Transisi: Meredefinisi Peran Industri Pertambangan dalam Peta Jalan Dekarbonisasi Indonesia 2060”. Pembahasan menyoroti posisi sektor pertambangan dalam mendukung transisi energi dan target dekarbonisasi nasional.

Manager PLN UP3 Yogyakarta dan Wonosari, Agung Pratomo, hadir sebagai salah satu pemateri. Ia membawakan materi bertajuk “Transisi Energi dan Peran Sektor Kelistrikan”.

Dalam pemaparannya, Agung menjelaskan transisi energi perlu dilakukan secara bertahap dengan tetap memperhatikan keandalan sistem kelistrikan. Proses tersebut diarahkan menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan dan rendah karbon.

“From Fossil to Future bukan sekadar perpindahan sumber energi, tetapi sebuah proses bertahap menuju sistem kelistrikan yang lebih andal, berkelanjutan, dan rendah karbon,” ujar Agung.

Seminar juga menghadirkan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno. Ia menyampaikan materi mengenai posisi pertambangan dalam kerangka dekarbonisasi nasional.

Environmental Sustainability Department Head PT Adaro Indonesia, Mekka Riadhah, turut menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut. Pembahasannya berfokus pada upaya dekarbonisasi dalam kegiatan operasional pertambangan.

Peserta juga diajak mengidentifikasi berbagai tantangan dan peluang sektor pertambangan dalam mendukung pengembangan energi bersih. Forum tersebut menjadi ruang pertukaran gagasan antara sektor energi, pertambangan, pemerintah, akademisi, dan masyarakat.

Pembahasan turut diarahkan pada pembangunan rendah karbon menuju target Indonesia Net Zero Emission 2060. Seminar kemudian ditutup dengan diskusi panel dan sesi tanya jawab bersama peserta luring maupun daring.

Kegiatan yang berlangsung bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila tersebut juga menjadi ruang edukasi mengenai perubahan sektor energi. Melalui diskusi lintas sektor, peserta diharapkan memperoleh pemahaman lebih luas mengenai proses transisi energi dan dekarbonisasi nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....