Lelang Cabai Digital Perdana di Bantul, Petani Raup Harga Lebih Tinggi

  • 01 Okt 2026 22:27 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Bantul – Para petani cabai di Kalurahan Parangtritis, Kretek, Bantul, untuk pertama kalinya menggelar lelang cabai secara digital pada Rabu, 30 September 2026. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memotong rantai pasok agar petani mendapatkan harga jual yang lebih baik.

Ketua Kelompok Tani Bekti Pertiwi sekaligus ketua lelang, Sodekan, mengungkapkan bahwa lelang ini menjadi kali keempat yang diselenggarakan. Sebelumnya, para petani di Parangtritis menjual hasil panennya kepada pengepul.

“Lelangnya sendiri sudah dimulai sejak akhir tahun 2025. Ini menjadi yang keempat dan pertama kalinya dilaksanakan secara digital,” ucapnya.

Sodekan menyebut sistem tersebut dinilai mampu meningkatkan harga jual yang diterima petani. Terbukti, terdapat selisih harga yang cukup tinggi dibandingkan jika dijual langsung kepada pengepul.

“Saat itu harga cabai merah di tingkat pengepul berada di kisaran Rp18.000 per kilogram. Namun, pada lelang perdana, harga cabai tersebut mampu menembus Rp34.000 per kilogram,” ujarnya.

Perbedaan harga juga terlihat pada komoditas cabai rawit. Harga cabai rawit di tingkat pengepul sebelumnya berada di kisaran Rp45.000 per kilogram, sementara melalui kelompok lelang harganya dapat mencapai Rp53.000 per kilogram.

“Lalu ada cabai keriting dengan harga Rp22.000 per kilogram di pengepul, ternyata bisa tembus Rp33.500 saat dilelang. Cukup lumayan selisihnya sehingga petani mulai tertarik,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, menyatakan bahwa penerapan sistem lelang cabai secara digital dinilai menjadi salah satu upaya untuk memperkuat rantai pasok sekaligus meningkatkan posisi tawar petani. Sistem tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah daerah melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) bersama Bank Indonesia.

“Ini merupakan kolaborasi antara pemerintah daerah, dalam hal ini DPKP Bantul, serta Bank Indonesia. Sehingga ini akan memperkuat rantai pasok cabai dengan menjual cabai ini secara digital. Saya yakin akan bisa mempertahankan harga,” ucap Aris.

Menurutnya, selama ini harga cabai di tingkat petani cenderung mengalami perubahan mengikuti kondisi pasokan. Sistem lelang diharapkan dapat lebih transparan dan mengikuti kondisi pasar.

“Tidak serta-merta harga itu saat panen rendah, saat tidak panen harganya tinggi. Selama ini dimainkan oleh tengkulak. Namun demikian, kalau Bapak-bapak, Ibu petani cabai di Bekti Pertiwi ini sudah menggunakan digital, insyaallah harga nanti akan sesuai standar dengan harga pasaran,” ucapnya menambahkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....