DKUKMPP Bantul Pastikan Beras Fortifikasi Bermasalah Belum Beredar

  • 21 Sep 2026 05:18 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Bantul – Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Bantul telah melakukan pemantauan beras fortifikasi di sejumlah kios hingga pasar tradisional. Hal tersebut dipicu temuan pemerintah pusat terhadap 25 merek beras fortifikasi yang tidak sesuai standar.

Kepala DKUKMPP Bantul, Prapta Nugraha, menyatakan bahwa usai mendapat informasi itu, pihaknya segera melakukan pemantauan langsung ke lapangan. Hasilnya, belum ditemukan beras fortifikasi yang tidak memenuhi standar.

“Kami sudah memantau dari pasar tradisional hingga swalayan di sekitar Kapanewon Bantul. Sampai saat ini belum ditemukan,” ucapnya, Minggu, 20 September 2026.

Hal senada diungkapkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul, Joko Waluyo. Menurutnya, potensi temuan beras tersebut sangatlah minim.

“Di Bantul banyak petani dan hasil panennya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Jadi, kemungkinannya kecil ada beras-beras seperti itu,” ujarnya.

Joko menilai, lahan pertanian yang luas juga semakin memperkecil kemungkinan adanya beras fortifikasi palsu. Sebab, mayoritas masyarakat di Bumi Projotamansari berprofesi sebagai petani.

“Beras tersebut kemungkinan lebih banyak dipasarkan di perkotaan yang minim lahan pertanian. Kalau di sini mayoritasnya petani dan punya lahan pertanian,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....