Dinas Pertanian Gunungkidul Siapkan Strategi Ketahanan Pangan 2026
- 01 Okt 2026 10:01 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, YOGYAKARTA – Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga ketahanan pangan menghadapi musim kemarau yang diprediksi lebih panjang pada tahun 2026.
Tim Kerja Penyuluhan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul sekaligus Ketua DPD Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (PERHIPTANI) Gunungkidul Raditia Eka Kurniawan mengatakan strategi utama petani di Gunungkidul meliputi penggunaan varietas padi berumur pendek serta pemaksimalan alat mesin pertanian (alsintan) untuk mempercepat masa panen.
“Mengingat sebagian besar wilayah Gunungkidul memiliki karakteristik lahan kering, Pemkab telah menyiapkan langkah strategis sejak awal dengan menggunakan jenis padi berumur genjah atau berumur pendek, serta mengubah pola tanam,” katanya saat menjadi narasumber Dialog Jogja Menyapa, Selasa, 29 September 2026.
Pada kesempatan yang sama, Guru Besar Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem Fakultas Teknologi Pertanian UGM Profesor Lilik Sutiarso menjelaskan bahwa selain mengandalkan pemilihan varietas padi berumur genjah, petani diharapkan menerapkan pertanian cerdas iklim. Solusi atas tantangan perubahan iklim dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi tanpa tanah seperti hidroponik, otomatisasi, dan kecerdasan buatan.
“Sistem Smart Agri Plant Factory ini memungkinkan pertumbuhan tanaman dalam lingkungan terkontrol sepenuhnya. Ini memungkinkan pertanian dilakukan di dalam ruangan, terlindung dari variabilitas cuaca dan tantangan lingkungan eksternal,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan teknologi ini bertujuan sebagai wahana riset sekaligus alternatif untuk meningkatkan produktivitas tanaman guna memastikan keamanan pangan yang berkelanjutan dan mitigasi perubahan iklim.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....