Gunungkidul Perkuat Revalidasi Geopark Gunungsesu UNESCO
- 14 Sep 2026 22:51 WIB
- Yogyakarta
Poin Utama
- Pengumuman status Geopark Gunungsewu sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark (UGG)
- Geopark Gunungsewu pertama kali memperoleh pengakuan sebagai UGG pada 2015
- Pemkab Gunungkidul berkomitmen mempertahankan predikat UNESCO Global Geopark
RRI.CO.ID, Gunungkidul - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul mulai memperkuat berbagai persiapan untuk menghadapi revalidasi status Geopark Gunungsewu sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark (UGG) yang akan berlangsung pada 2027 mendatang.
Geopark Gunungsewu pertama kali memperoleh pengakuan sebagai UGG pada 2015. Setelah itu, kawasan tersebut telah menjalani proses revalidasi pada 2019 dan 2023. Sesuai ketentuan UNESCO, evaluasi terhadap status UGG dilakukan setiap empat tahun.
Kepala Bidang Pemasaran dan Kerja Sama Pariwisata, Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga (Dispar Ekrafpora) Gunungkidul, Supriyanta mengatakan, tahapan persiapan akan diawali dengan pra-revalidasi pada tahun ini.
“Status UGG pertama kali diraih pada 2015, kemudian revalidasi dilakukan pada 2019 dan 2023. Tahun depan menjadi penilaian ulang yang ketiga. Sebelumnya akan diawali dengan pra-revalidasi tahun ini,” kata Supriyanta.
Menurutnya, berbagai catatan yang disampaikan tim asesor UNESCO dalam proses revalidasi 2023 menjadi bahan evaluasi yang kini ditindaklanjuti. Upaya mempertahankan status tersebut juga tidak hanya menjadi tanggung jawab Gunungkidul.
Hal itu karena kawasan Geopark Gunungsewu membentang di tiga kabupaten, yakni Gunungkidul di Daerah Istimewa Yogyakarta, Wonogiri di Jawa Tengah, dan Pacitan di Jawa Timur. Karena itu, pembenahan dilakukan melalui koordinasi lintas kabupaten dan pemerintah provinsi.
Salah satu agenda yang tengah dilakukan yakni penyempurnaan dokumen Masterplan atau Rencana Induk Geopark Gunungsewu. Di Gunungkidul, sejumlah fasilitas informasi juga telah dibenahi.
Tahun lalu, pemerintah daerah memasang papan informasi dan panel pada 11 geosite serta dua biosite. Selain itu, papan petunjuk arah juga dibangun di kawasan Tugu Selamat Datang perbatasan Gunungkidul-Klaten, Padukuhan Jentir, Kalurahan Sambirejo, Kapanewon Ngawen. “Kami juga sedang menyusun itinerary dan melengkapi dokumen yang dibutuhkan untuk laporan Geopark,” ujar Supriyanta.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Gunungkidul Sri Suhartanta mengatakan pemerintah daerah berkomitmen mempertahankan predikat UNESCO Global Geopark tersebut. Ia menyebut hasil validasi pada 2023 masih memberikan sejumlah catatan yang perlu diperbaiki. Beberapa di antaranya berkaitan dengan batas kawasan atau boundaries, visibilitas, infrastruktur, serta fasilitas pendukung.
Selain itu, penguatan juga diperlukan dalam aspek geotourism, pembangunan berkelanjutan (sustainable development), kemitraan (partnership), dan jejaring (networking). “Poin penting dalam tindak lanjut adalah peningkatan kapasitas dan pemahaman para pengelola mengenai geopark. Dengan berbagai perbaikan tersebut, status UGG diharapkan dapat dipertahankan dengan baik,” kata Sri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....