Pemkab Gunungkidul Salurkan Alat Bantu Disabilitas
- 15 Sep 2026 09:40 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Gunungkidul— Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menyalurkan 95 alat bantu disabilitas kepada masyarakat di Bangsal Sewokoprojo, Wonosari, Senin 14 September 2026. Bantuan tersebut terdiri dari 57 unit yang bersumber dari Bapel Jamkesos Pemerintah DIY dan 38 unit dari APBD Kabupaten Gunungkidul. Jenis bantuan antara lain kursi roda, alat bantu dengar, dan kaki palsu.
Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Gunungkidul, MH. Arkham Mashudi mengatakan, bantuan dari Bapel Jamkesos diberikan berdasarkan hasil asesmen dan pemeriksaan tim dokter pada Juli 2026.
“Alhamdulillah, hari ini kita menyerahkan alat bantu disabilitas dari dua sumber. Dari Bapel Jamkesos Pemerintah DIY ada 57 unit dengan berbagai jenis, seperti kursi roda, alat bantu dengar, dan kaki palsu,” kata Arkham.
Sementara itu, 38 unit bantuan dari APBD Gunungkidul merupakan tindak lanjut usulan masyarakat melalui mekanisme perencanaan pembangunan, termasuk Musrenbang. Sebagian usulan tersebut telah disampaikan sejak tahun sebelumnya.
Dinsos PPPA Gunungkidul juga akan kembali menggelar pemeriksaan terpadu bagi masyarakat yang belum mendapatkan pelayanan. Kegiatan dijadwalkan berlangsung 22 September 2026 di Balai Kelurahan Selang.
Arkham meminta Panewu dan Lurah membantu menyebarluaskan informasi tersebut agar warga yang membutuhkan dapat mengikuti pelayanan berikutnya.
Sementara itu, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan, pemberian alat bantu disabilitas merupakan bagian dari pemenuhan hak warga, bukan sekadar bentuk bantuan karena rasa kasihan.
Menurutnya, penyandang disabilitas memiliki kedudukan dan hak yang sama dalam kehidupan bermasyarakat. Hal tersebut sejalan dengan semangat program “Warga Gayeng Guyub” yang mendorong kehidupan masyarakat yang harmonis dan inklusif.
Endah juga meminta penerima bantuan tetap optimistis dan tidak merasa rendah diri dengan kondisi yang dialami. Menurutnya, keterbatasan fisik tidak menghalangi seseorang untuk berprestasi.
Ia mencontohkan atlet Peparda Gunungkidul yang mampu mengukir prestasi hingga tingkat internasional.
“Jangan sampai merasa hidup kita sudah berakhir. Banyak atlet Peparda kita yang membuktikan slogan ‘Ora wutuh, ning ampuh’. Atlet angkat besi kita terbukti mampu menorehkan prestasi hingga kancah internasional dan membawa pulang medali emas,” ujar Endah.
Pemkab Gunungkidul berharap bantuan tersebut dapat meningkatkan mobilitas penerima, membantu aktivitas sehari-hari, serta mendorong kepercayaan diri dan kemandirian ekonomi penyandang disabilitas.
Proses fitting juga dilakukan untuk memastikan alat bantu yang diberikan sesuai dengan kondisi fisik dan kebutuhan masing-masing penerima manfaat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....