Bahaya Sifat Malas dalam Pandangan Islam dan Langkah Mengatasinya

  • 30 Sep 2026 20:38 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Sifat malas seringkali dianggap sebagai persoalan sepele yang dialami sehari-hari. Padahal, dalam pandangan ajaran Islam, sifat malas bukan sekadar enggan beraktivitas, melainkan sebuah penyakit mental dan spiritual yang membawa dampak buruk bagi kehidupan dunia maupun akhirat.

Menurut Ustazah Hj Wahyu Sinangsih, S.Kom.I, Penyuluh Agama Islam Kemenag DIY saat mengisi Program Religi di Pro 4 RRI Yogyakarta mengatakan bahwa sifat malas sama sekali tidak membawa kebaikan bagi seorang mukmin. Sebaliknya, sikap ini justru menjadi jalan menuju kerugian dan kehancuran diri.

Ia menyebut rasa malas merupakan kondisi yang sering dialami oleh sebagian orang. Lawan dari rasa malas adalah sikap rajin dan semangat dalam bekerja maupun beribadah. Mengabaikan rasa malas sangat penting agar seseorang dapat meraih keberhasilan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya beberapa faktor utama yang dapat memicu timbulnya rasa malas pada diri seseorang, di antaranya, faktor fisik dan biologis, faktor psikologis, faktor lingkungan dan kebiasaan.

“Oleh karena itu, menjaga kesehatan fisik, mengelola stres, merapikan lingkungan sekitar, serta membangun kebiasaan disiplin menjadi langkah penting untuk mengatasi rasa malas dan tetap produktif,” katanya.

Ustazah Wahyu menyebut sifat malas bertentangan dengan nilai-nilai keislaman dan harus dihindari oleh setiap Muslim, karena selain bukan ciri seorang Muslim sejati juga menjadi salah satu ciri orang munafik.

Sifat malas dapat memicu kerugian dan hati yang mati, tanda melemahnya iman dan hubungan dengan Allah Swt. Rasa malas menurutnya sering kali membuat seseorang kehilangan tujuan hidup dan pengaruh bisikan setan

Ia menegaskan agar setiap muslim terhindar dari sifat malas, ada beberapa langkah nyata yang menurutnya dapat diterapkan diantaranya, memperbanyak doa dan memohon perlindungan Allah SWT. “Perlu, memulai langkah kecil dengan semangat baru dan menyusun tujuan dan target hidup yang jelas,” ujar dia.

Dalam akhir penyampaian ceramahnya Ustadzah Wahyu mengajak setiap muslim untuk menerapkan niat yang ikhlas, usaha yang konsisten, dan menjaga kondisi fisik dan mental, dapat terus bersemangat meraih kesuksesan dan keberkahan di dunia maupun di akhirat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....