Menjadikan Ketakwaan Sarana Utama untuk Menjauhi Sikap Sombong
- 09 Sep 2026 06:20 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta, Ketakwaan kepada Allah SWT harus dijaga dalam setiap kondisi dan situasi baik saat sendiri maupun berada di tengah keramaian, saat sehat maupun sakit, serta dalam keadaan suka maupun duka. Menurut Penyuluh Agama Islam Kemenag DIY, Ustadz Samsul Ma’arif S.Ag, M.Si., saat menyampaikan ceramah Rohani Islam di Pro 4 RRI Yogyakarta mengatakan bahwa ketakwaan merupakan sarana utama bagi seorang muslim untuk mendapatkan petunjuk dan pencerahan dari Allah SWT untuk membedakan antara perkara yang benar (hak) dan yang salah (bathil).
Ustadz Samsul menyebut manusia sebagai makhluk Allah yang paling sempurna karena dianugerahi akal, pikiran, dan hati. Keterampilan akal tersebut memungkinkan manusia meraih kehormatan, pangkat, jabatan, ilmu pengetahuan, serta kedudukan sosial.
Namun, Ia mengingatkan agar keberhasilan dan rezeki duniawi tersebut tidak menjadikan manusia sombong atau takabur. Hakikat dari seluruh pencapaian tersebut adalah murni bentuk rahmat, kasih sayang (rahman lan rahim), serta kehendak Allah SWT
Ustadz Samsul menyitir firman Allah dalam QS. Luqman ayat 18 mengenai larangan bersikap angkuh:
"Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri."
Menurutnya Manusia sering kali lupa akan asal-usul penciptaannya. Sebagai makhluk yang diciptakan dari setetes air yang tidak berharga hingga dilahirkan ke dunia tanpa membawa apa pun, manusia seharusnya tidak pantas untuk menyombongkan diri ketika telah memiliki kedudukan, harta, maupun ilmu.
Ia menjelaskan Bahaya Sifat Sombong (Takabur) Sifat sombong adalah salah satu keburukan yang paling dibenci oleh Allah. Satu-satunya makhluk yang pertama kali memperlihatkan kesombongan dan membangkang perintah Allah adalah Iblis. Oleh karena itu, umat Muslim diimbau untuk selalu menjaga hati dari rasa bangga diri dan senantiasa rendah hati di hadapan Allah SWT maupun sesama manusia.
Diakhir ceramahnya ustadz samsul mengajak umat untuk tawadhu atau rendah hati dalam berinteraksi dengan sesame sebagai solusi atas penyakit kesombongan. Ia berharap umat Islam untuk senantiasa rendah hati, menjaga kedamaian, dan memperkuat fondasi iman dan Islam di tengah kehidupan bermasyarakat. Ia juga berdoa agar Allah SWT menjauhkan dari sifat sombong, takabur, ujub, dan sum'ah, dan menggolongkan kaum Muslimin ke dalam kelompok hamba-hamba-Nya yang sabar, rendah hati, dan bertawakal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....