Mengenal Konsep "Ibadurrahman", Hamba Allah yang Diberikan Kasih Sayang

  • 14 Sep 2026 22:55 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pro1 RRI Yogyakarta menyapa pendengar setianya melalui program siaran rohani Islam "Mutiara Pagi" pada Senin, 14 September 2026. Mengusung tema utama "Hamba Allah yang Diberikan Kasih Sayang" atau yang akrab disebut sebagai ibadurrahman.

Acara yang mengudara pukul 05.10 hingga 06.00 WIB ini menghadirkan narasumber H Imam Triyono, SAg, MSi, yang merupakan Anggota Ikatan Penyuluh Agama Islam Republik Indonesia (IPARI) Wilayah DIY. Ustaz Imam Triyono mengatakan, ibadurrahman pada hakikatnya adalah hamba-hamba Allah yang mendapatkan porsi kasih sayang yang istimewa dibanding manusia pada umumnya.

Melalui kajian yang merujuk pada ayat-ayat suci Al-Quran, beliau mengajak seluruh pendengar muslim dan muslimat untuk termotivasi dan berlomba-lomba memperbaiki diri agar dapat digolongkan sebagai hamba yang sangat dicintai oleh Sang Pencipta dalam menjalani kehidupan sehari-hari di dunia.

“Karakteristik pertama dari seorang Ibadurrahman yang ditekankan oleh narasumber adalah memiliki sifat rendah hati atau tawadlu' serta menjauhi sifat sombong. Mengutip petikan ayat Al-Quran, diingatkan bahwa manusia tidak memiliki satupun atribut duniawi yang layak disombongkan, baik itu harta kekayaan maupun jabatan tinggi. Segala bentuk kemewahan dan kedudukan bersifat sementara dan akan habis masanya, sehingga sikap angkuh di muka bumi hanya akan mendatangkan kerugian bagi diri sendiri di hadapan Allah,” ujarnya.

Ustaz yang akrab disapa Imam mengatakan, selain tidak bersikap sombong, ciri penting berikutnya dari hamba yang dikasihi Allah adalah gemar menghidupkan malam dengan beribadah, mengingat Allah, berzikir, serta memanfaatkan waktu sepertiga malam terakhir untuk mendekatkan diri melalui pelaksanaan ibadah salat malam atau salat lail.

Kedisiplinan dalam bermunajat di sepertiga malam ini menjadi salah satu tolok ukur keimanan seseorang dalam mencari rida Allah. Karakter lain yang turut dibahas dalam siaran interaktif berdurasi hampir satu jam tersebut adalah adanya rasa takut yang sehat terhadap azab neraka, yang diiringi dengan upaya nyata memperbanyak amal salih.

Hamba yang beriman diyakini akan selalu berorientasi pada jalan keselamatan menuju surga dengan menjaga lisan, menghindari perkataan buruk atau kesaksian palsu, serta bersikap sederhana dan tidak berlebih-lebihan dalam membelanjakan harta agar terhindar dari sifat boros.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....