Ramai isu keamanan Girder Tol Jogja-Solo, ini kata warga di lapangan
- 30 Sep 2026 15:34 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Warganet baru-baru ini diramaikan dengan isu kekhawatiran pada pemasangan girder pada proyek Tol Jogja-Solo yang dinilai rawan roboh dan hal ini memicu kecemasan publik di media sosial. Berdasarkan penelusuran di proyek Kawasan Kronggahan hingga simpang RSA UGM, Rabu, 30 September 2026, Warga sekitar, pengendara, hingga petugas kepolisian yang berjaga di sekitar, menunjukkan dinamika sudut pandang yang lebih beragam soal keamanan aktivitas pembangunan jalan tol melayang tersebut.
Seorang warga setempat yang rumah nya berada persis di bawah lintasan proyek, Sudarman, mengaku sama sekali tidak khawatir dengan ketahanan struktur jembatan karena meyakini bahwa pengerjaan proyek tol sudah memperhitungkan faktor keamanan secara matang.
“Roboh itu enggak mungkin, sangat aman. Ini masalah engineernya orang Bali, aku sudah kenal baik, kelas dunia.” Ujar Sudarman, saat ditemui dirumahnya.
Meski tidak khawatir soal struktur bangunannya, Ia justru mengeluhkan dampak hilangnya visibilitas tempat usahanya akibat penutupan akses jalan sejak proyek tol ini dimulai.
Di sisi lain, kekhawatiran terkait potensi bahaya proyek tol Jogja – Solo ini tetap dirasakan oleh sebagian pengguna jalan yang sehari-hari melintas di jalur ini. Rafif, salah seorang pengendara motor yang cukup sering melintas di jalur tersebut mengungkapkan bahwa rasa cemas itu muncul terutama saat aktivitas kontruksi sedang berlangsung.
“Kalau pas lewat ya tetap was-was. Apalagi ini proyek besar dan lalu lintas di bawahnya tetap jalan terus.” Katanya saat diwawancarai di sela-sela perjalanannya.
Selain rasa cemas, ia juga menyoroti kondisi jalan yang semakin berdebu dan kurangnya penunjuk arah jalur alternatif saat adanya penumpukan kendaraan di jam padat. Keluhan senada disampaikan oleh Tono, seorang Musisi jalanan yang saban hari beraktivitas di sekitar lampu merah Kronggahan. Menurutnya struktur fisik pada pembangunan proyek jalan tol ini tidak menjadi ancaman dan ketakutan tersendiri baginya. Dirinya justru mengeluhkan dampak penyempitan jalan yang memukul kelancaran lalu lintas harian sepanjang jalan Kronggahan.
“Kalau sekitar jam 4 sampai jam 6 sore itu pas jam pulang kerja, di sini macet banget karena sejak pembangunan ini-kan jalannya makin sempit.” Ujarnya.
Menanggapi kekhawatiran masyarakat dan isu yang beredar di media sosial, petugas kepolisian Subsektor Kronggahan, Suprianto memaklumi jika terdapat satu atau dua warga yang was-was saat melintas di area konstruksi. Kendati demikina, ia memastikan bahwa selama pengerjaan berlangsung, tidak pernah ada insiden menonjol atau kecelakaan akibat kegagalan struktur girder di wilayahnya.
“Kalau menyangkut kerawanan Pembangunan jalan tol, ya ada 1, 2 warga yang merasa was-was. Tapi selama ini tidak pernah ada masalah yang sampai merugikan keamanan warga.” Kata Suprianto
Soal proses pemasangan girder yang krusial, Suprianto menjelaskan bahwa pihak pelaksana proyek telah memiliki jadwal tersendiri untuk menekan resiko keselamatan maupun kemacetan jalan. Pemasangan komponen berukuran besar telah diatur untuk dilaksanakan pada waktu-waktu yang minim mobilitas warga.
“Kalau pemasangan girder dari kemarin-kemarin itu dijadwalkan tiap malam hari. Saat arus lalu lintas sudah berkurang, kita bantu pengamanan agar pemakai jalan tidak terganggu dan pengerjaan tetap aman.” Ujarnya.
Mengenai infrastruktur kepolisian memastikan telah menjalin komunikasi dengan pelaksana proyek Tol Jogja-Solo terkait keamanannya. Pihak pengembang berkomitmen untuk bertanggung jawab penuh dan siap membenahi seluruh kerusakan fasilitas publik setelah pengerjaan jembatan rampung sepenuhnya. Dengan demikian, meski isu girder rawan roboh terus diperbincangkan netizen, situasi di lapangan sejauh ini masih terkontrol antara penanganan lalu lintas harian serta antisipasi dampak fisik akibat pengerjaan proyek.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....