Damkarmat Kota Yogyakarta Jawab Isu Filterisasi Layanan Kedaruratan

  • 22 Jun 2026 11:53 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Yogyakarta memastikan pelayanan kedaruratan (emergency) bagi masyarakat tetap berjalan optimal dan siaga selama 24 jam penuh. Penegasan ini sekaligus mengklarifikasi isu yang berkembang di media sosial terkait adanya pembatasan atau filterisasi layanan akibat penyesuaian anggaran operasional Bahan Bakar Minyak (BBM).

Kepala Dinas Damkarmat Kota Yogyakarta, Taokhid menjelaskan, dinamika yang ramai diperbincangkan netizen di media sosial merupakan bentuk tingginya ekspektasi masyarakat terhadap kinerja Damkarmat. Selama ini Damkarmat dikenal dengan respons cepat dan tanpa dipungut biaya, sehingga muncul persepsi bahwa segala jenis aduan bisa ditangani.

"Kami sangat menghargai dinamika di media sosial. Namun perlu kami luruskan, filterisasi atau seleksi layanan sama sekali tidak berlaku untuk kejadian darurat. Untuk kebakaran dan penyelamatan non-kebakaran yang mengancam jiwa, tetap menjadi prioritas utama dan tidak ada pengurangan kualitas maupun kuantitas layanan," katanya, Senin, 22 Juni 2026.

Taokhid menjelaskan, bahwa filterisasi yang dilakukan petugas di lapangan sebenarnya berbentuk edukasi dan pemahaman kepada masyarakat. Seleksi ini hanya menyasar laporan non-kebakaran yang sifatnya tidak membahayakan jiwa manusia dan berada di luar tugas pokok fungsi (tupoksi) Damkarmat.

Taokhid mencontohkan, laporan terkait konflik rumah tangga hingga urusan mengambilkan rapot, merupakan hal-hal yang tidak masuk dalam kewenangan instansinya, petugas akan memberikan penjelasan secara persuasif agar masyarakat memahami skala prioritas. Sementara itu, untuk layanan penyelamatan hewan (animal rescue) yang mengancam keselamatan—seperti Operasi Tangkap Tawon (OTT), evakuasi ular, biawak, hingga penyelamatan hewan peliharaan yang terjebak, tetap dilayani khususnya di wilayah cakupan Kota Yogyakarta.

"Berkaitan dengan apa yang muncul kaitannya dengan filterisasi, kemudian juga kaitannya dengan pembatasan, kemudian bahkan muncul penolakan, itu tidak kemudian kita lakukan dalam hal yang terkait dengan layanan-layanan yang bersifat emergensi. Sekali lagi untuk layanan-layanan yang sifatnya emergensi, baik itu untuk upaya pengendalian dan juga pemadaman kebakaran, penyelamatan kebakaran dan non kebakaran itu tetap menjadi prioritas bagi kami di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan," ucapnya.

Taokhid mengungkapkan, ada kalkulasi ulang anggaran operasional yang dipicu oleh lonjakan harga BBM jenis Pertamina Dex. Kenaikan signifikan dari kisaran Rp14.000 menjadi Rp27.000 per liter beberapa waktu lalu, sehingga menekan kapasitas bahan bakar armada operasional.

Berdasarkan perhitungan awal, anggaran murni untuk BBM operasional diprediksi hanya akan mencukupi hingga akhir bulan Agustus atau awal September. Oleh karena itu, Taokhid menyebutkan, langkah efisiensi dan pembatasan operasional luar kota untuk urusan non-kebakaran terpaksa dilakukan demi menjaga cadangan bahan bakar tetap aman (save) untuk kondisi darurat.

"Efisiensi anggaran sudah kami lakukan sejak awal pada sektor non-urgen, seperti pemangkasan perjalanan dinas serta biaya rapat makan-minum, bukan dari pemotongan layanan masyarakat. Lonjakan harga BBM kemarin memang luar biasa dampaknya bagi kendaraan operasional kami," ujarnya.

Guna mengantisipasi fluktuasi harga energi ke depan, Damkarmat Kota Yogyakarta telah mengajukan usulan kekurangan anggaran operasional BBM pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan. Langkah ini diharapkan mampu menutup seluruh kebutuhan operasional armada hingga akhir tahun.

Taokhid meminta, agar masyarakat Kota Yogyakarta maupun wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) secara umum untuk tidak khawatir. Kerja sama penanganan kebakaran lintas wilayah kabupaten seperti Sleman, Bantul, Gunungkidul, dan Kulon Progo dipastikan tetap berjalan normal melalui kontak kedaruratan 65.

"Sekali lagi saya tegaskan, tidak ada penolakan untuk urusan keselamatan nyawa. Kami tetap siap siaga 24 jam," ujarnya, mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....