Sekolah Lansia S2 EduSia UII Diluncurkan, Libatkan Guru Besar hingga Pakar

  • 29 Sep 2026 20:11 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Universitas Islam Indonesia (UII) bersama Pemerintah Kota Yogyakarta resmi meluncurkan Program Standar 2 (S2) Sekolah Lansia EduSia UII Maharani di Kelurahan Purbayan, Kemantren Kotagede, Yogyakarta. Program tahap lanjutan ini difokuskan untuk memperkuat peran dan ketangguhan para lansia di lingkungan keluarga.

Jika pada jenjang Standar 1 (S1) lansia dibekali ketangguhan untuk diri sendiri, pada Standar 2 ini para peserta didorong agar semakin bermakna, inspiratif, serta mampu memberikan pengasuhan dan keteladanan bagi anak serta cucu. Total ada 31 lansia yang telah diwisuda S1 mengikuti S2 ini.

Ketua Program Sekolah Lansia Standar 2 EduSia UII Maharani, Sus Budiharto mengatakan, jenjang tingkatan Sekolah Lansia ini mengacu pada pedoman dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga / BKKBN (Kemendukbangga). Dijelaskannya, standar 1 fokusnya lansia tangguh untuk diri sendiri yang mencakup tujuh dimensi ketangguhan, fisik, mental, spiritual, lingkungan, hobi, ekonomi, dan sosial.

"Setelah wisuda S1, mereka naik ke S2 yang fokusnya menguatkan kebermaknaan di dalam keluarga. Nanti setelah S2 beres, mereka akan masuk ke S3 untuk bermakna bagi masyarakat sekitar dengan menjadi inisiator atau kader sekolah lansia baru," katanya disela peluncuran Program Standar 2 (S2) Sekolah Lansia EduSia UII Maharani, di Sanggar Maharani, Selasa, 29 September 2026.

Menariknya, dalam kerja sama dengan perguruan tinggi ini, Sus Budiharto mengungkapkan, untuk kurikulum Sekolah Lansia yang diinisiasi oleh UII diperkaya dengan pendampingan langsung dari para guru besar, pakar dan akademisi, mulai dari dokter, psikolog, hingga akademisi agama. Pendampingan berbasis silaturahmi dan edukasi interaktif ini dirancang menyenangkan (fun) guna mengatasi salah satu persoalan utama yang rentan dialami lansia, yakni rasa kesepian.

"Riset menunjukkan masalah utama lansia adalah kesepian. Ketika mereka berkumpul, beraktivitas, dan bersilaturahmi, perasaan kesepian itu berkurang. Rasa bahagia dan kebermaknaan hidup inilah yang pada akhirnya meningkatkan harapan hidup mereka," ucapnya.

Sus Budiharto menjelaskan, pada Standar 2 ini para lansia difokuskan pada aspek penguatan kebermaknaan di dalam keluarga. Sehingga lansia tidak lagi dipandang menjadi beban, namun menjadi penyemangat dan inspiratif.

"Para lansia ini adalah contoh orang-orang yang sudah berusaha untuk memuliakan orang tuanya, sehingga nanti anak cucunya akan meniru memuliakan mereka," ujarnya.

Sekolah Lansia S2 EduSia UII Maharani. (Foto: RRI/Dyan Parwanto)

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Yogyakarta, Retnaningtyas dalam sambutannya yang dibacakan Kepala Bidang Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga, Herristanti menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas kolaborasi yang terjalin antara Pemkot Yogyakarta, akademisi UII, dan masyarakat setempat. Menurutnya, Sekolah Lansia bukan sekadar sebagai tempat untuk memperoleh pengetahuan, tapi juga sebagai ruang untuk membangun lansia yang sehat, mandiri, aktif, produktif, dan tetap memiliki peran dalam keluarga serta masyarakat.

"Menjadi tua bukan berarti berhenti belajar, berkarya, dan memberi manfaat. Pada fase inilah lansia memiliki kekayaan pengalaman, pengetahuan, dan kematangan yang sangat berharga untuk diwariskan kepada generasi penerus," katanya, menyampaikan.

DP3AP2KB berharap Sekolah Lansia Edusia Maharani tidak sekadar menjadi tempat berkumpul formal, tetapi benar-benar menjadi ruang inklusif untuk mengembangkan potensi, merawat kesehatan, dan membangkitkan rasa percaya diri para lansia. Program Standar 2 ini juga diharapkan lansia tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga dapat menjadi sumber pengalaman, keteladanan, kasih sayang, dan nilai-nilai kehidupan bagi anak, cucu, maupun anggota keluarga lainnya.

"Kolaborasi seperti ini kami harapkan terus tumbuh. Pemerintah tentu tidak dapat berjalan sendiri. Perguruan tinggi memiliki pengetahuan dan inovasi, masyarakat memiliki kekuatan sosial, sementara keluarga menjadi ruang utama untuk menerapkan berbagai pengetahuan dan pengalaman tersebut," ujarnya, mengungkapkan.

Selain di Kelurahan Purbayan UII juga terus memperluas jangkauan pendampingan dan program ramah lansia di berbagai kelurahan wilayah Kota Yogyakarta, seperti Kelurahan Terban, Semaki, Kotabaru, Mantrijeron, dan Baciro. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat mewujudkan Yogyakarta sebagai kota yang makin ramah bagi seluruh kelompok usia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....