Perkuat Semangat 'Sambatan', Pemkot Yogyakarta Bedah Lima Rumah Warga
- 28 Sep 2026 17:37 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Menebar kebermanfaatan mewujudkan hunian layak dan sehat melalui program bedah rumah terus dilakukan Pemerintah Kota Yogyakarta. Melalui pondasi utama semangat gotong royong program yang dijalankan setiap akhir pekan ini kembali menyasar dua kemantren dengan lima rumah warga penerima manfaat.
Program yang menjadi wujud kolaborasi pemerintah, BAZNAS Kota Yogyakarta, dunia usaha, serta masyarakat ini menyasar rumah Siti Darmiyati dan Suari di Kelurahan Ngampilan, Suharyanto di Notoprajan, serta Murzunaenah dan Sumardi di Kelurahan Pakuncen, Wirobrajan. Dukungan perbaikan rumah berasal dari CSR IPHI dan Arfa Barbershop melalui BAZNAS Kota Yogyakarta serta dari BAZNAS Kota Yogyakarta itu sendiri.
Sekretaris Daerah Kota Yogyakarta, Budi Santosa Asrori mengatakan, dalam program bedah rumah Pemkot Yogyakarta lebih berperan sebagai stimulan, sekaligus mendorong kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan di sekitarnya. Menurutnya, kepedulian terhadap tetangga merupakan bagian penting dari kehidupan bermasyarakat, melalui semangat gotong royong atau sambatan, masyarakat dapat saling membantu ketika ada warga yang membutuhkan.
“Monggo kita bersama berupaya untuk lebih peduli kepada sesama, khususnya di tangga teparo kita,” katanya, Minggu, 27 September 2026.
Pada kesempatan tersebut, Budi juga menyampaikan, bahwa BAZNAS Kota Yogyakarta secara rutin menyalurkan zakat, infak, dan sedekah untuk program bedah rumah. Menurutnya, bantuan tersebut diberikan secara bertahap dan akan terus dilaksanakan hingga akhir tahun.
Selain BAZNAS, dukungan juga datang dari pihak swasta. Perwakilan Arfa Barbershop, Muhammad Fauzan Al Hafidz mengatakan, pihaknya menggandeng BAZNAS dalam penyaluran CSR untuk membantu salah satu penerima manfaat di Suronatan, yakni Suharyanto.
“Harapannya kebermanfaatannya akan banyak, untuk yang bersangkutan, untuk memperbaiki rumah dan mendapatkan tempat tinggal yang layak huni,” ucapnya.
Sementara itu, bagi penerima manfaat, bantuan bedah rumah memiliki arti lebih dari sekadar memperbaiki kondisi bangunan. Siti Darmiyati, salah satu penerima manfaat di Ngampilan, berharap perbaikan rumah membuat aktivitas sehari-hari keluarganya menjadi lebih nyaman, terutama ketika musim hujan.
Siti menceritakan, kondisi atap rumah yang mengalami kebocoran selama ini membuatnya kesulitan beraktivitas ketika hujan. Selain itu, kondisi bangunan yang berdampingan dengan rumah kosong juga membuat tikus kerap masuk ke rumahnya.
“Aku pengen salat itu nyaman. Soale nek hujan, ibuku gak bisa ke musola. Kalau hujan, rumah bocor tidak nyaman untuk solat,” ujarnya.
Siti juga berharap perbaikan bagian atap, dinding, dan lantai rumah dapat membuat tempat tinggalnya menjadi lebih nyaman dan aman. Ia mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....