Gandeng Perbankan hingga PWI, Pemkot Bedah 4 Rumah Tak Layak Huni
- 14 Sep 2026 13:19 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Komitmen mewujudkan hunian layak dan sehat serta aman terus dilakukan Pemerintah Kota Yogyakarta. Melalui semangat gotong royong, program bedah rumah kembali dihadirkan menyasar empat rumah, Minggu, 13 September 2026. Kali ini, program bedah rumah terseber di dua wilayah, yakni dua rumah di Kelurahan Tegalpanggung dan dua rumah lainnya di Kelurahan Wirobrajan.
Untuk dua rumah yang berada di Kelurahan Tegalpanggung, pelaksanaan bedah rumah mendapatkan dukungan bantuan dari Bank BPD DIY, sementara dua rumah di Kelurahan Wirobrajan mendapatkan bantuan dari Perseroda BPR Bank Jogja. Masing-masing rumah memperoleh bantuan sebesar Rp20 juta yang diperuntukkan bagi kebutuhan renovasi.
Dukungan terhadap program bedah rumah ini tidak hanya datang dari sektor perbankan dan perusahaan daerah. Sejumlah pegawai Kristiani Pemerintah Kota Yogyakarta turut memberikan bantuan. Selain itu, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Daerah Istimewa Yogyakarta juga ikut berkontribusi dalam kegiatan bedah rumah tersebut.
Kegiatan bedah rumah tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo. Menurutnya, program bedah rumah merupakan salah satu bentuk kepedulian pemerintah bersama berbagai pihak terhadap masyarakat yang membutuhkan tempat tinggal yang lebih layak.
Hasto menekankan, perbaikan rumah bukan hanya berkaitan dengan kondisi fisik bangunan, tetapi juga menyangkut kesehatan, keamanan, serta kenyamanan keluarga yang tinggal di dalamnya. Ia juga melihat kolaborasi sebagai bagian penting dalam pelaksanaan program bedah rumah.
"Dukungan dari Bank BPD DIY, Perseroda BPR Bank Jogja, pegawai Kristiani Pemkot Yogyakarta, hingga PWI DIY menunjukkan bahwa kepedulian terhadap masyarakat dapat diwujudkan melalui kerja bersama," katanya.
Hasto mengharapkan, bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki bagian-bagian rumah yang memang membutuhkan penanganan sehingga hasil renovasi nantinya benar-benar dirasakan oleh keluarga penerima manfaat.
"Selain membuat rumah menjadi lebih layak, perbaikan tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan tempat tinggal yang lebih sehat. Dengan kondisi rumah yang lebih baik, masyarakat diharapkan dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman dan aman," ucapnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Bedah Rumah Wirobrajan, Ilyas Nasution menjelaskan, perbaikan pada dua rumah penerima manfaat di Wirobrajan akan difokuskan pada sejumlah bagian utama bangunan. Salah satunya adalah lantai rumah yang saat ini masih berupa tanah.
Ilyas mengungkapkan, kondisi tersebut menjadi salah satu bagian yang akan diperbaiki melalui program bedah rumah sehingga nantinya penghuni memiliki lantai yang lebih layak dan bersih. Selain lantai, bagian atap rumah juga akan mendapatkan perbaikan atau penggantian sebagai salah satu prioritas dalam proses renovasi.
"Karena rumah yang menjadi sasaran masih memiliki lantai tanah, untuk itu akan kami ganti dengan keramik, sementara atap yang kondisinya sudah membutuhkan perbaikan juga akan ditangani," ujarnya.
Ilyas menargetkan, proses pengerjaan bedah rumah di Wirobrajan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar 10 hari. Dengan target tersebut, proses renovasi diharapkan dapat berjalan secara efektif sehingga penerima manfaat dapat segera menikmati rumah yang telah diperbaiki.
Ilyas berharap, bedah rumah ini tidak hanya menghasilkan perubahan pada tampilan dan kondisi fisik bangunan, tetapi juga memberikan dampak terhadap kesehatan para penghuni.
"Kondisi rumah yang lebih layak akan memberikan lingkungan tempat tinggal yang lebih sehat bagi pemilik dan keluarganya," ujarnya, menyebutkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....