Jemput Bola KIA di SD, Pemkot Kerja sama Berikan Promo Pemegangnya

  • 28 Sep 2026 17:36 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Program jemput bola pelayanan administrasi kependudukan ke sekolah-sekolah di Kota Yogyakarta terus dilakukan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dindukcapil). Target sasaran selama bulan Agustus-September 2026, menyasar pelayanan Kartu Identitas Anak (KIA) di sekolah dasar (SD).

Kepala Dindukcapil Kota Yogyakarta, Septi Sri Rejeki mengatakan, setiap bulannya pada Agustus dan September 2026, Dindukcapil menyasar masing-masing 10 SD untuk pelayanan KIA. Pelayanan ini untuk meningkatkan kepemilikan KIA, dan capaian saat ini sudah 89 persen, lebih tinggi dari target yang ditetapkan pemerintah pusat berada di angka 60 persen.

"Ini merupakan program rutin tahunan kami dalam kegiatan jemput bola. Salah satunya di TK dan SD karena terkait dengan Kartu Identitas Anak," katanya, Senin, 28 September 2026.

Septi menjelaskan, dalam pelaksanaannya Dindukcapil melakukan koordinasi dengan pihak sekolah mengenai jadwal pelayanan. Petugas kemudian datang langsung ke sekolah dengan membawa peralatan yang diperlukan, termasuk perangkat untuk perekaman foto.

Siswa yang belum memiliki KIA dapat langsung dilayani pada hari pelaksanaan dan biasanya dilakukan saat jam istirahat sehingga tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar.

Ke depan, Dindukcapil Kota Yogyakarta juga terus mendorong pemanfaatan inovasi pelayanan "Sahabat Ramah", yakni Sahabat Remaja dan Anak. Inovasi tersebut menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya dokumen kependudukan, khususnya KIA.

"Dengan memiliki Kartu Identitas Anak, semua keperluan yang berkaitan dengan data kependudukan bisa menggunakan KIA," ujarnya.

Selain sebagai identitas anak, KIA juga memberikan manfaat tambahan melalui berbagai fasilitas yang disediakan pemerintah dan mitra. Pemegang KIA, misalnya, dapat memperoleh potongan harga di sejumlah fasilitas dan tempat usaha yang bekerja sama dengan pemerintah.

“Salah satunya adalah fasilitas di Taman Pintar serta potongan harga pembelian alat tulis di Gardena. Saat ini terdapat sekitar 30 mitra yang memberikan fasilitas bagi anak pemegang KIA,” ucapnya.

Lebih lanjut Septi juga menyampaikan, anak yang lahir di rumah sakit yang telah bekerja sama dengan Dindukcapil umumnya dapat langsung memperoleh sejumlah dokumen kependudukan, termasuk akta kelahiran dan KIA. Namun, kondisi berbeda dapat terjadi pada penduduk yang datang dari luar daerah.

"Yang dari luar itu dan orang pindahan datang dari luar kota ke Kota Yogyakarta, akhirnya kita yang mengurusi. Migrasi penduduk yang masuk ke kota ini menjadi masalah yang perlu kita perhatikan," katanya, menambahkan.

Sementara itu, Pengadministrasi Perkantoran SD Tegalpanggung, Nur Hariyanto menilai, program jemput bola KIA ke sekolah sangat bermanfaat bagi siswa. Menurutnya, program tersebut mempermudah siswa mendapatkan dokumen kependudukan tanpa harus mengorbankan waktu atau meninggalkan pelajaran di sekolah, siswa cukup menyerahkan dokumen yang diperlukan melalui pihak sekolah.

"Secara umum mekanisme jemput bola sangat efektif. Melalui kerjasama antara Dindukcapil dan sekolah, membuat pelayanan KIA menjadi lebih efektif dan efisien dari sisi waktu,” ujarnya, mengungkapkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....