Tutur Uwur Sembur Islam, Filosofi Jawa dari Orang Tua untuk Anak

  • 22 Sep 2026 12:51 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Sebagai orang tua pastinya bahagia ketika dikaruniai anak. Tetapi kadang karena perhatian yang berlebihan, apapun yang diminta anak pasti diberikan.

“Padahal dalam Surah An-Nisa ditegadkan bahwa kita diperintahkan Allah untuk senantiasa was-was, merasa takut jika kita meninggalkan anak keturunan yang lemah secara fisik dan psikis,” ucap Ustad Yazida Ichsan, M.Pd.I dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam Mutiara Pagi Pro 1 Selasa, 22 September 2026.

Sehingga tutur dalam bahasa Jawa diperlukan untuk memberi nasihat dan bimbingan agar anak memiliki tutur kata dan sopan santun yang baik. Adab yang baik adalah hal mendasar yang harus ada dalam diri anak.

Filosofi kedua yaitu uwur. Ibarat jika menanam benih dan dirawat dengan baik, maka akan tumbuh dengan baik. Orangtua harus memberikan bekal materi, fasilitas, dan keterampilan yang kelak menjadi bekal bagi kehidupan anak.

Filosofi ketiga adalah sembur yang dimanifestasikan atau diibaratkan nyembur. Makna sembur adalah sebagai orang tua harus mendoakan, memberikan restu spiritual agar anak senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, dan kesuksesan dalam hidupnya.

Termasuk agar anak tumbuh menjadi pribadi yang sholih dan sholihah. Dalam Alquran banyak doa yang bisa diamalkan agar anak tumbuh menjadi sholih & sholihah. “Seperti doa Nabi Zakaria untuk anaknya Rabbi habli min tunggal dzurriyatun toyibah innaka samiuddua. Doa Nabi Ibrahim Rabbi Habli Minas Sholihin,” ujar Ustad Yazida.

Ketiga filosofi Jawa tadi sejalan dengan ajaran Islam. Orang Tua harus memberikan adab yang baik, bekal yang baik, dan bukan memanjakannya. Perlu diingat bahwa yang utama adalah doa orang tua untuk anaknya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....