Universitas Akprind Indonesia Resmikan Kroco Sebagai Lokasi Eduwisata
- 19 Sep 2026 15:57 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Kulon Progo – Padukuhan Kroco, di Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, diresmikan sebagai lokasi Eduwisata-Preneur SIKASPUK (Sistem Pengolahan Sampah Terpadu Kroco) dan Smart Rumah Data. Eduwisata ini merupakan upaya pemberdayaan masyarakat yang dirintis secara bertahap sejak tahun 2024, oleh Universitas Akprind Indonesia.
Peresmian ini dihadiri oleh Rektor Universitas AKPRIND Indonesia Dr. Edhy Sutanta, Kepala DPPM Universitas AKPRIND Indonesia Prof. Dr. Ir. Sri Mulyaningsih, Wakil Rektor III Dr. Samuel Kristiyana, Lurah Sendangsari Suhadi, Dukuh Kroco Slamet Supriyono, serta perwakilan dinas terkait. Dengan diresikannya SIKASPUK, Padukuhan Kroco siap menjadi teladan kemandirian desa berbasis inovasi dan kelestarian lingkungan di Kulon Progo.
Ketua Tim Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB), Universitas Akprind Indonesia, Ani Purwanti, menjelaskan program ini dirancang secara berkelanjutan dengan melibatkan perguruan tinggi, pemerintah, serta masyarakat setempat.
"Dari Kroco, kita membangun lingkungan. Dari SIKASPUK, kita menumbuhkan edukasi, inovasi, dan kemandirian masyarakat," ucapnya, di Kroco, Sendangsari Pengasih, Sabtu 19 September 2026..
Ani menjelaskan, SIKASPUK bukan sekadar fasilitas, namun juga ruang belajar bersama yang memadukan aspek lingkungan, edukasi, kewirausahaan, produk lokal, dan teknologi. Program ini merupakan hasil dari proses panjang yang dikawal ketat oleh Tim PDB. Pada Tahun 2024, Fokus diarahkan pada integrasi pengolahan sampah dengan sektor pertanian dan perikanan organik.
Tahun 2025 Program berlanjut ke tahap digitalisasi SIKASPUK serta diversifikasi produk olahan sampah, pertanian, perikanan, hingga UPPKA. Sedangkan Tahun 2026, Penguatan dilakukan secara menyeluruh melalui optimalisasi sarana prasarana, digitalisasi lanjutan, pemasaran terintegrasi, dan penguatan kapasitas warga.
| Baca juga: Meriah! Semarak HUT Kemerdekaan RI di UMY |
Melalui berbagai pendampingan intensif yang dilakukan, jelas Ani, warga kini telah menguasai dan memanfaatkan berbagai teknologi tepat guna, seperti pengolahan sabut kelapa dan simplisia, budidaya maggot dan kasgot, pengolahan sampah plastik menjadi ecobrick, serta sistem penampungan dan resapan air hujan.
Sementara dari sisi digitalisasi dan pariwisata, kawasan Kroco telah dilengkapi dengan Peta Eduwisata SIKASPUK, aplikasi reservasi online, sistem pemasaran digital, serta pengelolaan bank sampah yang terintegrasi langsung dengan SIKASPUK.
"Disini juga diresmikan pula Smart Rumah Data yang merupakan karya mahasiswa KKN untuk memperkuat tata kelola informasi dan data di tingkat Kalurahan Sendangsari," ujarnya.
Ani menegaskan, Universitas Akprind Indonesia berkomitmen untuk terus mendampingi Padukuhan Kroco agar konsisten menjadi model Eduwisata-Preneur berbasis lingkungan yang inspiratif.
Ani menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, pimpinan Universitas AKPRIND Indonesia, Universitas AMIKOM Yogyakarta, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Pemerintah Kalurahan Sendangsari, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pariwisata, serta seluruh kelompok mitra (KBA, KWT, Pokdakan, UPPKA, Bank Sampah, Mitra ProKlim Bantala Abyudaya) dan mahasiswa KKN yang telah bergotong royong bersama masyarakat.
"Program Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) tahun 2026 ini merupakan dukungan dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi," ujarnya.
Rektor Universitas AKPRIND Indonesia, Dr. Edhy Sutanta, S.T., M.Kom., mengapresiasi sinergi yang terjalin antara pihak universitas, pemerintah daerah, mitra, dan masyarakat setempat hingga program ini dapat diselesaikan dengan baik.
"Edu berarti pendidikan, wisata adalah perjalanan. Jadi, ini adalah wisata berbasis pendidikan," ujarnya.
Selain SIKASPUK, Kroco juga menjadi tempat Smart Rumah Data. Menurut Edihy, fasilitas ini dirancang sebagai pusat penyimpanan dan pengelolaan data digital yang komprehensif terkait aktivitas, kegiatan, serta kelembagaan di Kalurahan Sendangsari. Keberadaan Smart Rumah Data ini, harapannya dapat diakses secara luas oleh masyarakat nasional maupun internasional, serta mendorong penggunaan multibahasa agar eksistensi lembaga ini kian dikenal secara global.
Pembina sekaligus Pendiri Bank Sampah Dhuawar dsn Mitra ProKlim Bantala Abyudaya, Sugiyanto, menyampaikan terima kasih atas dukungan nyata yang diberikan oleh Universitas AKPRIND Indonesia. Dukungan tersebut tidak hanya berupa pendanaan, melainkan juga peningkatan kapasitas melalui berbagai pelatihan teknis yang sangat bermanfaat bagi warga.
"Universitas AKPRIND Indonesia telah memberikan kekuatan kepada kami, dukungan kami baik berupa pendanaan maupun peningkatan kapasitas berupa pelatihan-pelatihan yang sudah direalisasikan," ujarnya.
Sugiyanto menjelaskan, sebelum adanya pendampingan dari perguruan tinggi, pengelolaan administrasi dan keuangan warga, baik tingkat rumah tangga maupun kelompok usaha, masih belum tertib dan kerap bercampur baur. Melalui program pemberdayaan ini, warga mendapatkan pembekalan terkait manajemen keuangan rumah tangga dan unit usaha secara terpisah.
"Sebelum program datang, memang kami tidak tertib. Artinya, banyak kelompok maupun keuangan antara pribadi dan kelompok usaha itu campur baur," ujarnya.
Untuk mengintegrasikan unsur wisata dan kewirausahaan (Eduwisata-Preneur), Sugiyanto memaparkan telah merancang berbagai paket kunjungan wisata. Potensi Padukuhan Kroco kini dibagi menjadi beberapa klaster tematik yang menarik, seperti Omah Sapu, Omah Wayang, Omah Rempah, Omah Temping, Omah Tempe, dan lainnya.
Sugiyanto optimis bahwa pelatihan dan bimbingan yang telah diberikan akan membawa perubahan signifikan ke arah peningkatan kesejahteraan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....