TBScreen.AI, Inovasi Kecerdasan Buatan untuk Skrining Tuberkulosis
- 06 Agt 2026 12:56 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Hasil penelitian TBScreen.AI menunjukkan potensi pemanfaatan kecerdasan buatan untuk mendukung skrining tuberkulosis (TB). Hasil riset tersebut disampaikan dalam Diseminasi Penelitian “TBScreen.AI: Pengembangan Kecerdasan Buatan untuk Skrining Tuberkulosis dengan X-ray Dada di Daerah Terpencil di Indonesia” di Jakarta, Senin, 3 Agustus 2026.
Penelitian yang berlangsung selama dua tahun ini merupakan kolaborasi antara Universitas Gadjah Mada, University of Melbourne, Universitas Sebelas Maret, Monash University Indonesia, Pusat Rehabilitasi YAKKUM, SAPDA, serta Yayasan Pengembangan Kesehatan dan Masyarakat Papua, dengan dukungan KONEKSI Indonesia-Australia.
Secara teknis, pengembangan TBScreen.AI dilakukan melalui proses pengumpulan, validasi, dan anotasi foto rontgen dada.
"Nantinya akan dihasilkan confidence score antara 0-100 persen," ujar salah satu tim peneliti TBScreen.AI Wahyono, S.Kom., Ph.D.
Hasil skrining yang didapatkan harus dipertimbangkan bersama gejala klinis, faktor risiko, penilaian dokter, dan pemeriksaan penunjang lainnya. Salah satu rekomendasi yang dihasilkan adalah perlunya validasi lanjutan TBScreen.AI menggunakan hingga 40.000 foto rontgen dada melalui koordinasi bersama Kemenkes RI.
Staf Tim Kerja Tuberkulosis Kemenkes RI Rita Aryati, SKM, MM menyampaikan bahwa Indonesia masih menghadapi tantangan dalam menemukan dan menotifikasi seluruh kasus tuberkulosis.
"Indonesia masih menduduki peringkat kedua sebagai negara dengan beban kasus TB tertinggi di dunia," katanya.
Selain inovasi digital berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence), penelitian ini melihat faktor pendukung dan hambatan pasien dalam mengakses layanan skrining. Pemanfaatan teknologi perlu disertai perbaikan sistem layanan agar dapat diakses secara adil oleh masyarakat.
Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kemenkes RI dr. Imran Pambudi, MPH berharap pemanfaatan AI dapat mempercepat penemuan kasus TB sehingga pengobatan segera dimulai dan risiko penularan dapat ditekan. Ia juga berharap skrining ini dapat diintegrasikan dengan cek kesehatan gratis (CKG).
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....