Forum Parleman Nyawiji, Cara DPRD DIY untuk Wujudkan Kebijakan Berbasis Riset
- 17 Sep 2026 09:37 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi meluncurkan Forum Parlemen Nyawiji, pada Rabu, 16 September 2026. Forum ini menjadi wadah kolaborasi antara lembaga legislatif, kementerian, perguruan tinggi dan elemen masyarakat dalam memperkuat perumusan kebijakan daerah yang berbasis sains dan kajian ilmiah.
Ketua DPRD DIY, Nuryadi mengatakan, hadirnya Forum Parlemen Nyawiji merupakan bentuk komitmen untuk membangun kolaborasi yang nyata dan berkelanjutan. Menurutnya, sinergi berbagai pihak diperlukan agar kebijakan yang dihasilkan dapat menjawab kebutuhan riil masyarakat dan didukung kajian yang matang.
"Kolaborasi nyata dan bukan sekadar wacana, agar kebijakan yang lahir benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Peresmian ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara DPRD DIY dengan Kemendiktisaintek RI, perguruan tinggi dan seluruh mitra forum sebagai fondasi kerja sama jangka panjang yang akan terus kita kembangkan ke depan," ujarnya.
Nuryadi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bergabung dalam Forum Parlemen Nyawiji. DPRD DIY, dijelaskannya, siap memfasilitasi keberlanjutan kerja forum agar kolaborasi yang dibangun dapat memberikan manfaat nyata bagi tata kelola kebijakan publik di DIY.
"Hari ini kita tidak sekadar meresmikan forum, kita meneguhkan komitmen untuk mendengar dan menegaskan. Selamat berkolaborasi, selamat bersinergi dan mari kita satukan langkah, Nyawiji demi kejayaan Daerah Istimewa Yogyakarta," ucapnya.
Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah V DIY, Prof. Setyabudi Indartono menyampaikan apresiasi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) atas terbentuknya Forum Parlemen Nyawiji. Ia menilai forum tersebut relevan dan strategis, terlebih setelah sebelumnya diluncurkan 22 Konsorsium PTN-PTS se-DIY dalam Sarasehan Sains dan Teknologi Apresiasi (SSTY) DIY 2026.
"Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kehadiran Parlemen Nyawiji, yang kita harapkan forum ini bisa menjadi wadah yang konkret untuk mempertemukan kebutuhan perumusan kebijakan daerah dengan kepakaran ilmiah perguruan tinggi," katanya.
Prof. Setyabudi menjelaskan, sinergi perguruan tinggi di bawah LLDIKTI Wilayah V saat ini menghimpun 99 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan 5 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Yogyakarta. Kekuatan tersebut turut melibatkan ribuan pakar, doktor dan profesor yang terbagi dalam 22 konsorsium tematik pembangunan daerah.
Berbagai isu strategis di lima kabupaten/kota di DIY siap dikaji melalui konsorsium tersebut. Isu yang dikaji antara lain Aerotropolis di Kulon Progo, penanganan sampah dan kesehatan jiwa di Kota Yogyakarta, ketahanan pangan dan tata ruang di Sleman, pemberdayaan ekonomi dan pengentasan kemiskinan di Gunungkidul, serta sektor pariwisata dan kesehatan di Bantul.
Menurut Prof. Setyabudi, dukungan tersebut semakin diperkuat dengan peningkatan kelembagaan perguruan tinggi, termasuk bertambahnya program studi unggul, peningkatan status akreditasi institusi, serta jumlah Guru Besar dan tenaga pengajar di Yogyakarta. Dengan kapasitas tersebut, pakar di lingkungan perguruan tinggi dinilai siap mendukung Forum Parlemen Nyawiji dalam penyusunan naskah akademik, riset berbasis bukti (evidence-based policy), serta rekomendasi kebijakan untuk mendukung kemajuan keistimewaan DIY.
Melalui Forum Parlemen Nyawiji, kolaborasi antara DPRD, perguruan tinggi, kementerian, dan masyarakat diharapkan terus berkembang menjadi ruang bersama untuk mempertemukan gagasan, kepakaran dan kebutuhan masyarakat dalam perumusan kebijakan daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....