Akademisi UGM Imbau Masyarakat Waspadai Bahaya Abu Anak Krakatau
- 08 Sep 2026 12:55 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Peningkatan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang disertai lontaran material dan sebaran abu vulkanik menjadi perhatian publik. Kondisi ini dinilai memicu dampak multidimensi mulai dari kesehatan, penerbangan, transportasi, hingga aktivitas sosial dan ekonomi.
Dosen Departemen Fisika FMIPA UGM Herlan Darmawan mengatakan abu vulkanik berisiko tinggi karena dapat terbawa angin hingga jarak ratusan kilometer. Arah dan jangkauan sebarannya sangat bergantung pada intensitas erupsi serta dinamika cuaca.
“Abu vulkanik adalah salah satu produk erupsi yang perlu diwaspadai karena dapat terbawa angin hingga jarak yang cukup jauh. Arah dan luas penyebarannya bergantung pada kekuatan erupsi serta kondisi angin,” katanya saat menjadi narasumber Dialog Jogja Menyapa di RRI Yogyakarta, Selasa, 8 September 2026.
Herlan menjelaskan partikel abu vulkanik berukuran sangat halus, yakni kurang dari dua milimeter atau 2.000 mikron. Teksturnya yang menyerupai tepung kerap menipu masyarakat, padahal partikel tersebut bersifat keras, tajam, dan abrasif.
Pada kesempatan sama, Humanitarian Manager Plan Indonesia Enos Ndapareda menyampaikan dampak langsung yang paling cepat dirasakan masyarakat adalah gangguan kesehatan organ pernapasan.
“Paparan abu vulkanik dapat menimbulkan batuk, sesak napas, rasa tidak nyaman di tenggorokan, serta memperburuk kondisi masyarakat yang memiliki riwayat gangguan pernapasan,” ucapnya.
Enos mengimbau warga di area terdampak untuk mengurangi aktivitas di luar rumah. Kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit paru perlu mendapat perlindungan ekstra, termasuk kewajiban penggunaan masker penahan partikel halus serta kacamata pelindung.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....