Gunungkidul Tourism Fest 2026, Dorong Pariwisata Lestari dan Ngrejekeni
- 08 Sep 2026 07:13 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Gunungkidul– Pemerintah Kabupaten Gunungkidul kembali menggelar Gunungkidul Tourism Fest (GTF) 2026 dalam rangka memperingati World Tourism Day atau Hari Pariwisata Dunia yang diperingati setiap 27 September. Tahun ini, GTF mengusung tema “Gunungkidul Bumi Handayani, Lestari, Ngrejekeni” dan dipusatkan di Desa Wisata Tepus. Pemilihan lokasi tersebut menjadi bentuk apresiasi Pemkab Gunungkidul atas capaian Desa Wisata Tepus yang berhasil meraih penghargaan Wonderful Indonesia Awards (WIA).
Kepala Bidang Pemasaran dan Kerja Sama Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Supriyanta mengatakan, GTF 2026 tidak hanya ditujukan sebagai kegiatan hiburan. Festival tersebut menjadi bagian dari strategi promosi sekaligus penguatan potensi pariwisata daerah.
“Gunungkidul Tourism Fest ini menjadi momentum untuk memperkenalkan dan memperkuat potensi pariwisata yang kita miliki, baik dari sisi alam, budaya, kreativitas maupun pemberdayaan masyarakat,” ujar Supriyanta, Selasa 8 September 2026.
Menurutnya, tema “Lestari” mencerminkan komitmen untuk mengembangkan sektor pariwisata dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan, budaya dan kearifan lokal. Sementara kata “Ngrejekeni” menggambarkan harapan agar geliat pariwisata mampu memberikan dampak ekonomi secara langsung kepada masyarakat.
“Pariwisata tidak hanya bagaimana wisatawan datang, tetapi juga bagaimana kunjungan itu memberikan manfaat bagi masyarakat. Harapannya ada perputaran ekonomi, kesempatan usaha dan lapangan kerja, serta peningkatan pendapatan masyarakat,” ucapnya.
Supriyanta menambahkan, peningkatan belanja wisatawan dan lama tinggal wisatawan di Gunungkidul juga menjadi salah satu perhatian dalam pengembangan sektor pariwisata.
Dalam pelaksanaannya, GTF 2026 akan melibatkan berbagai unsur, mulai dari desa wisata, pelaku UMKM, komunitas kopi, pelaku ekonomi kreatif, seniman, hingga masyarakat lokal.
Sejumlah kegiatan akan disajikan, di antaranya pagelaran seni budaya, pertunjukan musik, pameran dan bazar UMKM, kuliner lokal, pameran potensi desa wisata, ekonomi kreatif, serta aktivitas komunitas kopi.
“Desa wisata dan masyarakat lokal menjadi bagian penting dalam ekosistem pariwisata. Karena itu, event ini diharapkan bukan hanya mendatangkan wisatawan, tetapi juga mengajak mereka untuk mengenal, menikmati dan beraktivitas di Gunungkidul,” katanya.
Ia berharap penyelenggaraan GTF 2026 dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha dan seluruh pemangku kepentingan pariwisata.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mewujudkan sektor pariwisata Gunungkidul yang inklusif, berkelanjutan, kreatif dan memiliki daya saing.
“Semangatnya adalah pariwisata yang lestari sekaligus ngrejekeni. Potensi yang kita punya harus dijaga, kreativitas masyarakat terus dihidupkan, desa wisata diperkuat, dan manfaat pariwisata bisa dirasakan tidak hanya hari ini tetapi juga oleh generasi yang akan datang,” kata Supriyanta.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....