Anggaran Droping Air Gunungkidul Tinggal Delapan Hari
- 01 Sep 2026 19:39 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Gunungkidul— Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul mulai menghitung kembali kebutuhan anggaran untuk distribusi air bersih menyusul kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) per 1 September 2026. Ssat ini akses Bantuan Tak Terduga (BTT) masih menunggu review dari Inspektorat Daerah Kabupayen Gunungkidul
Subkor Logistik dan Peralatan BPBD Gunungkidul, Arief Prasetyo mengatakan, persediaan armada tangki yang dapat digunakan untuk dropping air diperkirakan hanya mampu menopang distribusi selama sekitar delapan hari ke depan.
“Saat ini tinggal delapan hari lagi tanki yang bisa digunakan untuk dropping air,” kata Arief.
Menurutnya, BPBD telah mengajukan penggunaan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mendukung distribusi air bersih. Pengajuan tersebut kini telah melalui proses review bersama Inspektorat Daerah dan pihaknya masih menunggu hasil dari proses tersebut.
Dalam kondisi saat ini, kemampuan distribusi BPBD juga masih terbatas. Dalam sehari, armada yang tersedia hanya mampu menyalurkan sekitar 16 tangki air.
Arief menjelaskan, dalam usulan awal BTT, BPBD menyiapkan anggaran untuk pengadaan sekitar 1.008 tangki air. Sementara itu, tambahan distribusi dari pihak swasta diperkirakan mencapai 4.300 tangki.
Namun, rencana tersebut kembali dihitung karena adanya kenaikan harga BBM yang cukup signifikan mulai 1 September. BPBD selama ini menggunakan Pertamina Dex sebagai bahan bakar kendaraan tangki untuk mendukung dropping air.
“Kami masih menghitung lagi. Kemungkinan tidak 1.008 tangki untuk yang kami sediakan,” ujarnya.
Arief menambahkan, kondisi serupa juga pernah terjadi pada tahun sebelumnya. Kenaikan harga BBM membuat jumlah distribusi air yang dapat dibiayai pemerintah harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran.
“Seperti tahun kemarin, karena BBM-nya naik, tidak 1.500 tangki lagi,” katanya.
Di tengah keterbatasan tersebut, BPBD Gunungkidul berharap dukungan dari pihak swasta untuk membantu distribusi air bersih tetap dilakukan secara terkoordinasi. Hal ini dinilai penting agar bantuan air dapat disalurkan ke wilayah yang benar-benar membutuhkan.
“Kami berharap pihak swasta jika akan melakukan dropping air berkoordinasi dahulu dengan kami agar tepat sasaran,” ucap Arief.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....