Aksi Migunani: KAGAMA DIY Bagi Air Bersih di Gunungkidul dan Bantul
- 30 Agt 2026 10:30 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Pengurus Daerah Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada Daerah Istimewa Yogyakarta (Pengda KAGAMA DIY) terus menunjukkan kepedulian nyata terhadap masyarakat yang terdampak musim kemarau panjang. Sebagai langkah tanggap darurat kekeringan, KAGAMA DIY menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah wilayah krisis air di Kabupaten Gunungkidul dan Kabupaten Bantul.
Penyaluran bantuan dimulai dari Kabupaten Gunungkidul pada Jumat 21 Agustus 2026. Penyerahan secara simbolis dipusatkan di Dusun Klumprit, Kalurahan Kanigoro, Kapanewon Saptosari, oleh Ketua Pengda KAGAMA DIY, Ir. Gatot Saptadi, bersama jajaran pengurus.
Gatot Saptadi menyampaikan bahwa krisis air bersih saat ini telah masuk dalam penanganan status siaga darurat. Oleh karena itu, keterlibatan berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga.
“Kondisi kekeringan ini sudah masuk status siaga darurat. Distribusi air bersih menjadi salah satu upaya mendesak untuk membantu warga terdampak. Ini adalah wujud kepedulian keluarga besar KAGAMA DIY agar beban masyarakat selama musim kemarau dapat berkurang,” ujar Gatot.
Dalam pelaksanaannya di Gunungkidul, KAGAMA DIY berkoordinasi langsung dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunungkidul serta pemerintah setempat. Kabid Darlog BPBD Gunungkidul, Edy Winarta, menjelaskan bahwa setelah penyerahan simbolis di Dusun Klumprit, armada tangki air langsung mendistribusikan bantuan ke titik-titik yang paling membutuhkan dengan melibatkan pihak kalurahan dan warga.
Setelah Gunungkidul, aksi kemanusiaan berlanjut ke Kabupaten Bantul pada Rabu 26 Agustus 2026. Penyerahan bantuan dipusatkan di Surotopo, Kalurahan Seloharjo, Kapanewon Pundong. Aksi ini turut dihadiri perwakilan Pengcab KAGAMA Bantul, BPBD Bantul, Polsek setempat, perangkat dusun, serta tokoh masyarakat RT 03 dan RT 04 Surotopo.

Warga Surotopo menyambut hangat bantuan tersebut karena penurunan pasokan air selama kemarau sempat menyulitkan pemenuhan kebutuhan rumah tangga harian, seperti memasak dan minum.
Aksi tanggap kekeringan ini sekaligus menjadi implementasi nyata dari jargon dan nilai luhur KAGAMA, yaitu Guyub, Rukun, Migunani.
"Guyub diwujudkan melalui kebersamaan, Rukun melalui kerja sama lintas pihak, dan Migunani diwujudkan dengan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas," ujar Gatot.
Melalui semangat “Berbagi Air, Berbagi Cinta Kehidupan”, Pengda KAGAMA DIY berharap sinergi dan kolaborasi bersama BPBD, pemerintah daerah, serta masyarakat dapat terus diperkuat untuk menangani berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan di wilayah DIY secara efektif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....