Kemenag DIY Himpun Donasi 224 Juta untuk Korban Bencana NTT, Sulteng, dan Sumut
- 06 Sep 2026 03:30 WIB
- Yogyakarta
Poin Utama
- Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta telah mengumpulkan donasi sebesar Rp224.334.400 untuk korban bencana di tiga provinsi.
- Dana donasi ditujukan untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah, dan Sumatera Utara.
- Aksi solidaritas ini menunjukkan kepedulian keluarga besar Kementerian Agama DIY terhadap masyarakat yang mengalami musibah bencana alam.
RRI.CO.ID, Yogyakarta — Kepedulian keluarga besar Kementerian Agama (Kemenag) DIY terhadap masyarakat terdampak bencana kembali diwujudkan melalui aksi solidaritas. Total hingga Sabtu 5 September 2026 telah terkumpul donasi sebesar Rp224.334.400 untuk membantu masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT), Sulawesi Tengah, dan Sumatera Utara.
“Seluruh bantuan ini telah dikirim melalui nomor rekening yang tertera dalam surat Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nomor 7188/SJ/B.VI/HM.00/8/2026 tanggal 18 Agustus 2026 tentang donasi gempa NTT, Sumatera Utara dan Sulawesi Utara,” ucap Kakanwil Kemenag DIY, Ahmad Bahiej, saat dihubungi Sabtu 5 September 2026.
Berdasarkan rekapitulasi yang dihimpun, kontribusi berasal dari seluruh satuan kerja Kemenag se-DIY. Rinciannya, Kemenag Gunungkidul sebesar Rp33.891.500, Kemenag Kulon Progo Rp40.550.000, Kemenag Bantul Rp52.612.200, Kemenag Kota Yogyakarta Rp34.538.700, Kemenag Sleman Rp50.004.000, serta Kanwil Kemenag DIY Rp12.738.000.
Kakanwil Ahmad Bahiej menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang telah mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan tersebut. Menurutnya, bantuan yang diberikan bukan semata-mata tentang nominal, melainkan tentang menghadirkan kepedulian secara nyata bagi saudara-saudara yang sedang menghadapi masa sulit.
“Setiap bantuan, sekecil apa pun, memiliki arti bagi saudara-saudara kita yang sedang terdampak bencana. Yang kita hadirkan bukan hanya bantuan materi, tetapi juga pesan bahwa mereka tidak sendirian. Ada kepedulian dan solidaritas dari keluarga besar Kementerian Agama,” ucap Ahmad Bahiej.
Ia juga menegaskan, semangat berbagi perlu diarahkan pada kebutuhan nyata masyarakat terdampak. Karena itu, bantuan yang terkumpul diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi untuk meringankan beban masyarakat yang mengalami dampak bencana.
Seperti banyak diberitakan bahwa bencana tersebut menimbulkan korban jiwa dan kerugian harta, termasuk berdampak pada lembaga pendidikan keagamaan, ASN Kementerian Agama, dan tempat ibadah. Bagi masyarakat yang sedang menghadapi bencana, perhatian dan bantuan memiliki makna lebih dari sekadar materi. Bantuan yang tepat dapat menghadirkan sedikit ruang kenyamanan di tengah situasi yang penuh keterbatasan.
Ditambahkan Kepala Bagian Tata Usaha Abd. Suud, gerakan donasi ini juga menghadirkan pengalaman berbagi bagi keluarga besar Kemenag DIY. Dari berbagai unit kerja, ASN bersama-sama menyisihkan sebagian rezekinya untuk kepentingan kemanusiaan.
“Ini adalah pengalaman berbagi yang penting. Kita belajar bahwa bekerja sebagai bagian dari Kementerian Agama tidak hanya tentang melaksanakan tugas kedinasan, tetapi juga tentang membangun kepedulian dan kemanusiaan,”ujar Abd. Suud.
Ia berharap semangat gotong royong tersebut terus tumbuh dalam berbagai situasi, terutama ketika masyarakat menghadapi musibah. “Semoga bantuan ini bermanfaat untuk mereka yang membutuhkan dan menjadi amal kebaikan bagi seluruh keluarga besar Kementerian Agama DIY yang telah berpartisipasi,” kata Abd. Suud. (bap/Ajeng)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....