Musim Kemarau, Cadangan Air Waduk Sermo dipastikan Aman

  • 05 Sep 2026 09:10 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Kulon Progo - Musim kemarau berdampak pada penurunan debit air di Waduk Sermo, Kulon Progo. Meski demikian, pengelola memastikan kondisi tersebut tidak mengganggu operasional waduk dan pasokan air untuk masyarakat tetap terkendali serta aman.

Kepala Unit Pengelola Bendungan Waduk Sermo, Yosep Bahari, menjelaskan, tinggi muka air di Waduk Sermo saat ini berada pada elevasi 132,2 meter di atas permukaan laut (mdpl) dengan total cadangan air sekitar 15 juta meter kubik.

"Ketersediaan atau tinggi muka air di waduk sermo jauh lebih baik dibanding musim kemarau tahun lalu yang berada di elevasi 131 mdpl," ungkap Yosep saat ditemui di Waduk Sermo, Jumat 4 September 2026.

Yosep menjelaskan, sejak awal kemarau, pihaknya sudah mengantisipasi penurunan elevasi air dari posisi normal atas sekitar 136,6 mdpl menjadi 132,2. Strategi penghematan dan pengaturan ketat alokasi air telah diterapkan sejak Mei, tepat saat berakhirnya musim hujan.

"Untuk tahun ini, Waduk Sermo mengantisipasi, mulai akhir musim penghujan kemarin di awal Mei, ada optimalisasi penghematan air waduk. Pengeluaran air kita atur ketat sesuai dengan permintaan riil di lapangan dan kita jaga elevasinya mendekati batas operasi normal atas," ujarnya.

Langkah ini menjadi kunci penting mengingat debit air masuk (inflow) dari Sungai Ngrancah, Gelo, Lurung, dan Bengkok. Saat ini telah menyusut hingga 0 meter kubik per detik. Meski tidak ada pasokan air alami dari sungai-sungai pendukung, pasokan kebutuhan suplesi irigasi untuk Masa Tanam (MT) III dan MT I serta pemenuhan air baku dipastikan aman.

"Itu tidak menjadi masalah karena sudah kita antisipasi dari awal melalui penghematan jadi saat ini masih sangat aman," katanya.

Sebagai infrastruktur vital, Waduk Sermo memegang sejumlah fungsi strategis. Selain berguna untuk meredam potensi banjir di wilayah hilir saat musim hujan, waduk ini menyuplai irigasi pertanian melalui intake Kalibawang seluas 3.159 hektare yang mencakup Daerah Irigasi (DI) Pengasih dan DI Pekik Jamal, serta suplesi tambahan untuk DI Kamal seluas 156 hektare.

Di samping pemenuhan sektor pertanian, Waduk Sermo juga memasok kebutuhan air baku untuk air bersih masyarakat dengan kapasitas sebesar 73 liter per detik.

Menyusutnya ketinggian air waduk akibat kemarau ini turut memunculkan fenomena unik di area perairan.

"Dataran yang dahulu menjadi makam sudah mulai muncul terlihat di tengah Waduk Sermo imbas kekeringan, tetapi belum seluruhnya nampak," ujarnya.

Sementara itu, pengelola kawasan wisata Taman Gudang Waduk Sermo, Rubiyo menjelaskan, keberadaan makam tersebut bukanlah hal baru.

Penyusutan air yang meluas membuat daratan di tengah waduk dapat diakses dengan mudah. Bahkan, ketebalan dan kekuatan permukaan tanah yang mengering memungkinkan kendaraan roda empat hingga ke area tengah perairan tempat reruntuhan vegetasi dan makam tua berada.

"Kalau pasang, tidak kelihatan. Semakin lama kemaraunya, ya semakin dalam surutnya," beber Rubiyo.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....