Mitigasi Bencana Kekeringan dan Cuaca Ekstrem, Ini yang Dilakukan BPBD DIY

  • 27 Agt 2026 15:35 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID. Yogyakarta – BPBD DIY mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi puncak musim kemarau 2026. Berdasarkan prakiraan iklim dari BMKG, musim kemarau tahun ini diprediksi akan berlangsung lebih kering dari kondisi normal akibat pengaruh fenomena El Nino.

Kepala Pelaksana BPBD DIY. Agustinus Ruruh Haryata, mengatakan kondisi kemarau ini tentu berdampak luas, mulai dari kekeringan meteorologis hingga berimbas pada sektor pertanian, ketersediaan air bersih, hingga kesehatan masyarakat. Puncak musim kemarau diprediksi terjadi pada bulan Agustus 2026 ini, dengan periode paling rawan kekeringan berada pada Juli hingga September.

“Kesiapan penanganan kekeringan telah dilakukan di masing-masing kabupaten di DIY. Pemerintah daerah juga telah menyiapkan anggaran rutin untuk menghadapi dampak kemarau”, katanya ketika menjadi narasumber Dialog Tanggap Bencana di Pro1 RRI Yogyakarta pada Selasa, 25 Agustus 2026.

Sementara itu, Peneliti dari Pusat Studi Manajemen Bencana UPN Veteran Yogyakarta, Arif Rianto Budi Nugroho, menekankan pentingnya kesiapsiagaan sejak dini. Berdasarkan informasi BMKG, musim kemarau tahun ini diperkirakan mulai pada akhir April hingga awal Mei, dengan durasi yang lebih panjang dari biasanya. Bahkan, terdapat peluang munculnya fenomena El Niño dengan kategori lemah hingga moderat yang berpotensi mengurangi curah hujan secara signifikan.

“Perlu fokus pada optimalisasi irigasi dan efisiensi penggunaan air melalui pompa dan jaringan perpipaan. Dari sisi sumber daya air, pengelolaan embung, waduk, hingga sumur bor terus dioptimalkan untuk menjaga ketersediaan air’, jelasnya.

Arif menambahkan peran masyarakat juga dinilai sangat penting. Edukasi terkait penghematan air, pemanfaatan sumber air alternatif, hingga kesiapsiagaan menghadapi dampak kekeringan perlu terus digencarkan dengan bahasa yang mudah dipahami. (Prima Hapsari)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....