KORPRI DIY Bangun Kebersamaan melalui Harmoni Paduan Suara
- 01 Sep 2026 10:11 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Sebanyak 34 perangkat OPD di lingkungan Pemda DIY dan dua balai pendidikan di kabupaten/kota mengikuti Lomba Paduan Suara Antarperangkat Daerah Pemda DIY Tahun 2026. Kegiatan yang digelar Dewan Pembina Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) DIY tersebut berlangsung di Concert Hall, Taman Budaya Yogyakarta, Senin, 31 Agustus 2026.
Sekretaris Daerah DIY sekaligus Ketua Dewan Pengurus KORPRI DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, berharap perlombaan tersebut dapat semakin memperkuat rasa kebersamaan, kerukunan, dan solidaritas keluarga besar KORPRI DIY.
Menurut Ni Made, suasana kerja yang guyub dan hubungan antarsesama aparatur yang semakin erat akan mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan. Kekompakan tersebut juga diyakini dapat mendorong terbentuknya etos kerja yang lebih baik.
Selain itu, hubungan yang solid akan mempermudah koordinasi, memperlancar komunikasi, memperkuat kolaborasi, serta membantu aparatur menghadapi berbagai tantangan dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Ni Made mengibaratkan paduan suara sebagai cerminan kehidupan organisasi. Harmoni dalam sebuah paduan suara dapat tercipta ketika setiap anggota mampu saling mendengarkan, memahami peran, menjaga tempo, serta bergerak dalam irama dan tujuan yang sama.
“Demikian pula dalam KORPRI dan dalam pelaksanaan tugas kita sebagai aparatur pemerintah. Setiap individu memiliki tugas, fungsi, dan tanggung jawab yang berbeda. Namun, seluruhnya harus mampu bersinergi dan menyelaraskan langkah untuk mewujudkan tujuan bersama, yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang semakin baik,” kata Ni Made.
Karena itu, ia berharap perlombaan tidak semata-mata dilihat sebagai kompetisi untuk menentukan pemenang dan yang kalah. Kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi sarana membangun sportivitas, keakraban, dan rasa persaudaraan di antara anggota KORPRI, khususnya di lingkungan Pemda DIY.
“Menang tentu menjadi kebanggaan, tetapi kebersamaan yang tumbuh melalui proses berlatih, bertemu, berinteraksi, dan saling memberikan dukungan merupakan nilai yang jauh lebih penting untuk kita bawa kembali ke lingkungan kerja masing-masing,” ujar Ni Made.
Sementara itu, Ketua Bidang Kerohanian, Olahraga, Seni, dan Budaya Dewan Pembina KORPRI DIY sekaligus Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, mengatakan tema “Berlagu, Bersatu, Berpadu” merepresentasikan semangat yang ingin dibangun melalui kegiatan tersebut.
Menurut Dian, berlagu dimaknai sebagai upaya bersama untuk menghadirkan keindahan yang selaras dengan semangat Hamemayu Hayuning Bawana. Sementara bersatu dan berpadu menjadi gambaran tekad menyatukan hati dan tenaga dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui harmoni dan sinergi.
Ia menyebut tema tersebut memiliki relevansi dengan momentum peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi Undang-Undang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dian menambahkan, peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat turut diikuti dengan meningkatnya harapan terhadap kinerja pemerintah. Karena itu, aparatur pemerintah tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan rasional dalam menyelesaikan berbagai persoalan, tetapi juga membutuhkan olah rasa ketika memberikan pelayanan.
“Dalam konteks inilah, paduan suara hadir untuk dapat menjadi media, melatih kepedulian, kekompakan, empati, dan disiplin dalam menghasilkan keindahan. Selain itu, sportivitas dan daya kreativitas pun diasah untuk menyajikan penampilan yang terbaik,” ujar Dian.
Dian menjelaskan, pemilihan Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta sebagai lokasi perlombaan juga memiliki tujuan tersendiri. ASN di lingkungan Pemda DIY diharapkan memperoleh pengalaman tampil sebagai “bintang panggung”, tidak hanya berada di ruang pemerintahan seperti pendopo maupun aula kantor.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri anggota KORPRI DIY bahwa mereka memiliki kualitas dan kemampuan untuk tampil di berbagai panggung, baik pada tingkat regional, nasional, maupun internasional.
Untuk menjaga kualitas kompetisi, Dewan Pembina KORPRI DIY menghadirkan tiga juri dari kalangan praktisi dan akademisi musik tingkat nasional. Ketiganya merupakan pembina paduan suara Gita Bahana Nusantara, yakni Pancasona Adji, Linda Sitinjak, dan Christina Nooraida Heriyanti.
“Beliau-beliau ini adalah pembina paduan suara Gita Bahana Nusantara. Gita Bahana Nusantara adalah paduan suara yang tampil di Istana Negara, hasil audisi dan seleksi dari seluruh provinsi se-Daerah Istimewa Yogyakarta, dan pilihan dari peserta terbaik Daerah Istimewa Yogyakarta, dipilih oleh beliau-beliau ini,” ujar Dian.
Setiap kontingen dalam perlombaan diwajibkan membawakan dua lagu, yakni Mars KORPRI sebagai lagu wajib dan satu lagu daerah Indonesia. Mars KORPRI menjadi pengingat bagi aparatur mengenai semangat pengabdian dan pelayanan kepada masyarakat. Sementara lagu daerah menjadi sarana menumbuhkan kecintaan terhadap keberagaman budaya Indonesia.
Dari 36 kelompok peserta, panitia akan menetapkan juara satu hingga lima serta juara harapan satu hingga lima. Pengumuman pemenang dijadwalkan berlangsung pada puncak peringatan Hari Keistimewaan DIY, 12 September 2026 mendatang.
Meski demikian, Dian menilai seluruh kontingen yang berpartisipasi telah menjadi pemenang. Menurutnya, para peserta telah meluangkan waktu dan tenaga untuk berlatih dan mengikuti perlombaan, sekaligus membangun kepedulian serta rasa kebersamaan sebagai bagian dari KORPRI.
“Yang terpenting target hari ini, kita bisa bertanding sekaligus bersanding,” kata Dian.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....