HKG ke-54, PKK DIY Didorong Hadirkan Manfaat Nyata bagi Keluarga

  • 25 Agt 2026 12:47 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X mengingatkan pentingnya memaknai “kesatuan gerak” dalam Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) secara lebih luas. Kesatuan gerak tidak hanya berkaitan dengan sinergi antar-pengurus dan jenjang organisasi, tetapi juga harus diwujudkan melalui niat, aksi nyata, manfaat, hingga dampak yang dirasakan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Sri Paduka saat membacakan sambutan Gubernur DIY pada Puncak Peringatan Ke-54 Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK DIY Tahun 2026 di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Senin, 24 Agustus 2026.

Menurut Sri Paduka, keberhasilan sebuah gerakan tidak semata-mata diukur dari banyaknya kegiatan yang diselenggarakan, tetapi dari seberapa besar kehadirannya mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Sehingga, pada kesempatan yang baik ini, saya harap PKK Daerah Istimewa Yogyakarta terus menghidupkan esensi itu, yaitu sebuah gerakan yang dekat dengan realitas sehari-hari, mampu membaca perubahan zaman, namun tetap berpijak pada nilai-nilai kebersamaan yang menjadi kekuatan masyarakat kita,” ujar Sri Paduka.

Sri Paduka menilai pesan tersebut semakin penting di tengah perubahan zaman yang berlangsung cepat. Perkembangan teknologi memang memberikan kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan, namun belum tentu membuat masyarakat semakin berkualitas dan memiliki kehidupan yang lebih bermakna.

Kemudahan memperoleh informasi, misalnya, tidak otomatis meningkatkan kecerdasan, kedewasaan, maupun kepedulian sosial masyarakat. Begitu pula perkembangan berbagai platform komunikasi yang justru dapat membuat hubungan sosial semakin renggang dan bersifat artificial.

Di tengah perubahan tersebut, keluarga tetap menjadi ruang pertama bagi seseorang untuk belajar mengenai tanggung jawab, kepedulian, kedisiplinan, serta kehidupan bersama. Karena itu, isu mengenai keluarga dinilai tetap relevan dan bahkan semakin penting.

“Karena itu pula, PKK tetap penting. Bukan semata-mata karena program-programnya, tetapi karena kemampuannya menjangkau ruang kehidupan yang sering kali tidak tersentuh oleh kebijakan formal. Melalui kader-kader yang bekerja hingga tingkat dasawisma, PKK menjaga agar semangat gotong royong, kepedulian sosial, dan pemberdayaan masyarakat tetap hidup di tengah perubahan zaman,” kata Sri Paduka.

Sri Paduka juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh kader PKK yang selama ini mencurahkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk masyarakat. Menurutnya, berbagai pekerjaan kader yang tidak selalu mendapat sorotan justru memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan sosial masyarakat.

“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang tulus. Teriring pula harapan, bahwa semangat pengabdian itu terus terpelihara, dan Hari Kesatuan Gerak PKK ini menjadi momentum bagi kita semua, tanpa terkecuali, untuk memperkuat kembali makna kebersamaan dalam membangun keluarga, masyarakat, dan daerah yang kita cintai,” kata Sri Paduka.

PKK Harus Menjadi Penggerak Keluarga Sementara itu, Ketua Umum TP PKK DIY GKR Hemas mengatakan HKG PKK menjadi momentum untuk kembali menegaskan posisi PKK sebagai gerakan masyarakat.

Mengacu pada tema HKG PKK Nasional, “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045”, GKR Hemas menilai tema tersebut perlu diterjemahkan melalui kerja nyata yang memberikan manfaat langsung bagi keluarga.

Menurutnya, keluarga merupakan fondasi pembangunan, sedangkan kader PKK berperan sebagai penggerak agar berbagai program pemberdayaan dapat terlaksana dengan baik.

Kekuatan PKK, lanjut GKR Hemas, terletak pada kedekatan kader dengan keluarga, terutama hingga tingkat Dasawisma. Kedekatan tersebut membuat kader mengetahui kondisi masyarakat secara lebih langsung.

Karena itu, PKK diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi berkembang menjadi penggerak, pendamping, sekaligus penghubung keluarga dengan berbagai program pemerintah.

Dalam konteks DIY, peran tersebut penting untuk memastikan pembangunan benar-benar menjangkau keluarga yang membutuhkan. Salah satu aspek yang perlu dikawal adalah ketepatan sasaran program berdasarkan data keluarga, termasuk data desil kesejahteraan.

GKR Hemas menegaskan, PKK bukan pihak yang menentukan desil kesejahteraan. Namun, kader memiliki posisi strategis dalam membantu memastikan kondisi keluarga di lapangan dapat teridentifikasi secara tepat.

“Jangan sampai ada keluarga rentan yang luput dari perhatian, dan jangan sampai program yang seharusnya diterima keluarga yang membutuhkan justru tidak tepat sasaran,” kata GKR Hemas.

Selain ketepatan sasaran, penguatan ketahanan keluarga juga menjadi perhatian. Keluarga yang kuat, menurut GKR Hemas, tidak hanya dilihat dari kemampuan ekonomi, tetapi juga mencakup kesehatan, pengasuhan, perlindungan perempuan dan anak, pendidikan, serta kemampuan menghadapi perubahan sosial.

Perhatian terhadap Lansia dan Literasi Puncak peringatan HKG PKK DIY juga diisi berbagai kegiatan yang mendukung pemberdayaan keluarga. Di antaranya penandatanganan kerja sama TP PKK DIY dengan PDPI Cabang DIY di bidang kesehatan, pemberian penghargaan kepada pemenang Story Telling dan Read Aloud, serta webinar bertema “Mewujudkan Lansia Sehat, Mandiri, Produktif dan Sejahtera”.

GKR Hemas memberikan perhatian khusus terhadap lansia yang merupakan bagian penting dari keluarga dan membutuhkan dukungan serta perlindungan. Lansia dapat menghadapi berbagai kerentanan, mulai dari persoalan kesehatan hingga keterbatasan aktivitas dan perubahan kondisi sosial maupun ekonomi.

“Namun demikian, lansia tidak boleh hanya dilihat sebagai kelompok yang harus dilayani. Lansia juga memiliki pengalaman, pengetahuan, dan peran sosial yang sangat berharga bagi keluarga dan masyarakat. Karena itu, kita perlu membangun lingkungan yang memungkinkan lansia tetap sehat, mandiri, produktif, aktif, dan dihargai,” kata GKR Hemas.

Ke depan, penguatan peran kader PKK dan Dasawisma hingga tingkat akar rumput dinilai penting. Kader diharapkan semakin mampu mengenali kondisi keluarga, terutama kelompok rentan, sekaligus membantu mengawal pemutakhiran data agar berbagai program pemerintah lebih tepat sasaran.

Ketahanan keluarga juga diharapkan menjadi orientasi utama kegiatan PKK. Program tidak hanya dikemas secara seremonial, tetapi diarahkan pada dukungan terhadap kesehatan, pendidikan, perlindungan, dan kemandirian ekonomi keluarga.

“Mari kita jadikan HKG PKK ke-54 ini sebagai momentum untuk memperkuat gerakan PKK di DIY: lebih dekat dengan keluarga dan lebih nyata manfaatnya. Karena ukuran keberhasilan PKK bukan seberapa banyak kegiatan yang kita lakukan, tetapi seberapa banyak keluarga yang menjadi lebih sehat, mandiri, berdaya, dan sejahtera karena kehadiran kita,” kata GKR Hemas.

Sejumlah Program Pemberdayaan Keluarga Ketua Panitia HKG PKK DIY Tahun 2026, GKBRAA Paku Alam, dalam laporannya menyampaikan sejumlah kegiatan telah dilaksanakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan HKG PKK DIY.

Di bidang kesehatan, kegiatan antara lain berupa bakti sosial pemberian makanan tambahan (PMT) bagi ibu hamil untuk mendukung pemenuhan gizi dan pencegahan stunting. Skrining dan deteksi dini penyakit jantung serta pembuluh darah juga dilakukan bekerja sama dengan Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang DIY.

Sementara untuk mendorong kemandirian ekonomi kader, panitia menggelar pelatihan tata boga berupa pembuatan sambal sekaligus merintis merek “Pawon PKK DIY”.

Penguatan literasi dilakukan melalui lomba Storytelling dan Read Aloud yang diikuti 50 peserta perwakilan kabupaten/kota se-DIY. Di bidang lingkungan, PKK DIY juga merintis gerakan pengumpulan minyak jelantah berbasis rumah tangga.

Selain itu, dilakukan sosialisasi pencegahan child grooming untuk meningkatkan kewaspadaan orang tua dan masyarakat terhadap potensi kejahatan terhadap anak.

“Harapan kami, program-program yang telah dirintis dapat berlanjut secara berkesinambungan dan memberikan dampak positif yang nyata bagi seluruh masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta,” kata Gusti Putri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....