Kelok 23 Rampung, Jalur Baru Bantul-Gunungkidul Segera Dibuka
- 31 Agt 2026 18:45 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Gunungkidul— Pembangunan ruas jalan Kretek-Girijati yang populer dengan sebutan Kelok 18 atau Kelok 23 telah memasuki tahap akhir. Proyek yang menjadi bagian penting dalam penguatan konektivitas kawasan selatan DIY tersebut kini tinggal menunggu arahan pemerintah pusat untuk mulai difungsikan.
Ruas jalan yang menghubungkan kawasan Parangtritis di Kabupaten Bantul dengan wilayah Girijati, Kabupaten Gunungkidul, itu diharapkan menjadi jalur alternatif bagi masyarakat maupun wisatawan yang hendak menuju kawasan pantai selatan Gunungkidul.
Koordinator Lapangan proyek, Sukiswandi mengatakan, seluruh pekerjaan fisik pada paket yang saat ini dikerjakan telah mencapai 100 persen. Meski demikian, jalan belum sepenuhnya dibuka untuk umum karena masih menunggu keputusan mengenai waktu dan mekanisme peresmian.
“Secara pekerjaan fisik kan sudah 100 persen, tapi akan difungsikan insyaallah nanti bulan September atau Oktober tahun ini,” kata Sukiswandi.
Ia menjelaskan, pihaknya kini tinggal menunggu koordinasi dari Kementerian Pekerjaan Umum terkait seremoni pembukaan. Peresmian nantinya dapat dilakukan secara langsung maupun virtual, sesuai keputusan pemerintah pusat.
“Tinggal nanti kita peresmian saja, peresmiannya secara virtual atau nanti secara langsung… kita nunggu kabar berita dari Kementerian PU Jakarta,” ujarnya.
Secara keseluruhan, proyek strategis Kretek-Girijati memiliki panjang kontrak sekitar 5,64 kilometer dengan lebar badan jalan tujuh meter. Nilai kontraknya mencapai Rp254,57 miliar dan dikerjakan melalui kerja sama operasi (KSO) Waskita dan PP.
Project Manager Kretek-Girijati, Anang Nurkholis mengatakan, pembangunan ruas tersebut menghadirkan akses baru di kawasan yang sebelumnya didominasi hutan dan medan terjal.
Kondisi geografis menjadi salah satu tantangan terbesar dalam pengerjaan proyek. Sejumlah bagian trase berada di kawasan dengan tebing curam sehingga membutuhkan metode konstruksi dan penanganan teknis yang tidak sederhana.
“Keberadaan ruas Kretek-Girijati memiliki fungsi strategis karena menghubungkan Jalan Parangtritis, termasuk Jembatan Kretek II, dengan ruas Girijati-Tlogowarak serta Legundi-Planjan yang masuk dalam jaringan Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS),” ucapnya.
Dengan terhubungnya ruas tersebut, akses antara kawasan wisata Bantul dan Gunungkidul diharapkan menjadi lebih mudah sekaligus membuka jalur alternatif menuju destinasi wisata pantai di wilayah selatan.
Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih menyebut, keberadaan jalan baru ini berpotensi mengurangi beban lalu lintas menuju kawasan wisata Gunungkidul.
Selain memperpendek dan mempermudah perjalanan, pemerintah daerah berharap jalur tersebut dapat meningkatkan keterhubungan destinasi wisata yang berada di dua kabupaten.
“Dan diharapkan ke depan dapat meningkatkan pendapatan daerah melalui sektor pariwisata yang lebih terintegrasi antara Bantul dan Gunungkidul,” kata Endah.
Pemkab Gunungkidul juga menyiapkan sejumlah rencana pengembangan kawasan di sepanjang jalur tersebut. Salah satunya berupa gardu pandang dan rest area di kawasan perbatasan Bantul-Gunungkidul.
Fasilitas tersebut nantinya tidak hanya menjadi tempat beristirahat wisatawan, tetapi juga diarahkan sebagai ruang pemasaran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masyarakat setempat.
Pemerintah daerah melihat pembangunan infrastruktur tersebut sebagai peluang untuk mendorong munculnya pusat-pusat ekonomi baru di kawasan selatan. Infrastruktur yang semakin baik dinilai dapat meningkatkan daya tarik investasi sekaligus membuka kesempatan usaha bagi masyarakat.
Pemkab Gunungkidul juga menyiapkan konsep land banking untuk mengoptimalkan potensi lahan di kawasan selatan. Melalui strategi tersebut, aset yang memiliki nilai ekonomi diharapkan dapat dikembangkan sehingga memberikan manfaat langsung bagi daerah dan masyarakat.
Pengembangan konektivitas tersebut nantinya juga diproyeksikan terhubung dengan rencana pembangunan jalan tol di wilayah utara. Salah satu opsi lokasi exit toll yang disebut berada di kawasan Gedangsari atau Ngalang.
Dari sisi pendanaan, pembangunan Kelok 18 merupakan proyek yang memperoleh dukungan pembiayaan luar negeri melalui Islamic Development Bank (IsDB).
Paket pekerjaan yang telah selesai mencakup ruas sekitar lima kilometer, dengan sekitar 1,9 kilometer di antaranya berada di wilayah Kabupaten Gunungkidul. Pembangunan proyek tersebut telah dimulai sejak Agustus 2023.
Sukiswandi menambahkan, selain paket yang telah selesai, saat ini juga terdapat pengerjaan paket lanjutan dengan panjang sekitar 2,5 kilometer.
Pemerintah menargetkan seluruh akses jalan di wilayah Gunungkidul yang berkaitan dengan pengembangan konektivitas kawasan tersebut dapat terbuka secara penuh pada 2027.
Jika seluruh jaringan tersambung, jalur baru ini diharapkan tidak hanya menjadi alternatif perjalanan, tetapi juga menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi baru di kawasan selatan DIY, khususnya melalui sektor pariwisata, perdagangan, UMKM, dan investasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....