Kekeringan Berlanjut, BPBD Bantul Distribusikan 2,85 Juta Liter Air Bersih

  • 17 Sep 2026 10:47 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Bantul – Penyaluran air bersih bagi warga terdampak kekeringan di Kabupaten Bantul terus dilakukan selama musim kemarau. Hingga 15 September 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul telah mendistribusikan 2.850.000 liter air bersih ke sejumlah wilayah yang mengalami krisis air.

Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Peralatan, Rehabilitasi, dan Konstruksi BPBD Bantul, Antoni Hutagaol, menyatakan bahwa jumlah tersebut setara dengan 556 tangki. Penyaluran tersebut, lanjut Antoni, telah menjangkau delapan kapanewon di Bumi Projotamansari.

“Kapanewon yang mendapatkan dropping air yakni Pundong, Imogiri, Dlingo, Pajangan, Piyungan, Srandakan, Sedayu, dan Kasihan. Lalu untuk kalurahannya total ada 16 yang menerima bantuan air bersih,” ucapnya kepada RRI, Kamis, 17 September 2026.

Meski begitu, ia menyebut bahwa distribusi air bersih pada tahun ini masih lebih rendah dibandingkan kondisi kekeringan pada 2023. Saat itu, total penyaluran air bersih hingga akhir tahun tercatat mencapai sekitar 11 juta liter.

“Kalau dulu tahun 2023 sempat mencapai 11 juta liter hingga bulan Desember. Sekarang posisi sampai September baru 2,85 juta liter,” ujarnya.

Kendati sejumlah wilayah sempat diguyur hujan dengan intensitas rendah beberapa waktu lalu, Antoni menilai bahwa hal itu belum cukup untuk mengembalikan ketersediaan air tanah. Sebab, kemarau panjang yang disebabkan oleh fenomena El Niño diprediksi akan berlangsung hingga Februari 2027.

“Jadi seperti tahun-tahun lalu, sudah hujan kok masih dropping air? Kenyataannya memang hujannya tidak terlalu besar sehingga kondisi air tanah belum terpenuhi. Walaupun dari BMKG menyatakan Oktober sudah mulai hujan, tapi itu tidak bisa langsung mengisi stok air tanah secara langsung,” katanya.

Lebih lanjut, BPBD Bantul masih mempertimbangkan rencana perpanjangan status siaga darurat kekeringan. Langkah antisipasi ini diambil guna memastikan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi kekeringan yang masih terjadi.

“Selasa pekan depan mungkin kami akan rapat koordinasi. Karena status siaga darurat kekeringan akan habis pada 25 September 2026. Nanti kami akan diskusi terkait perkembangan dari BMKG, sepertinya akan diperpanjang periode status siaganya,” ucapnya menambahkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....