Perilaku Konsumen Berubah, Omzet Pasar Tradisional Bantul Turun
- 17 Sep 2026 07:49 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul – Omzet perdagangan pasar tradisional di Kabupaten Bantul mengalami penurunan sebesar 17,3 persen pada triwulan pertama tahun ini. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh sejumlah faktor, salah satunya perubahan perilaku konsumen yang mulai beralih dari pasar konvensional ke perdagangan daring.
Kepala Bidang Sarana Perdagangan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (DKUKMPP) Kabupaten Bantul, Zona Paramitha menyatakan, perubahan paling signifikan terlihat pada komoditas pakaian. Menurutnya, masyarakat kini lebih cenderung berbelanja pakaian melalui berbagai loka pasar yang tersedia.
“Yang biasanya belanja ke pasar, kini beralih ke platform perdagangan daring. Jadi kecenderungannya beralih ke sana,” ucapnya, Rabu, 16 September 2026.
Selain itu, penurunan omzet menurutnya juga dipengaruhi oleh semakin menjamurnya toko berjejaring serta toko kelontong yang buka selama 24 jam. Keberadaan toko tersebut dinilai mengambil sebagian segmen konsumen pasar, khususnya kalangan pekerja yang baru pulang pada sore atau malam hari.
“Jadi pekerja yang pulangnya sore atau malam, belanjanya banyak di sana. Karena toko-toko tersebut tidak ada pembatasan jam dagang,” ujarnya.
Kondisi ini diperparah dengan banyaknya pedagang sayur dari luar daerah yang berjualan sejak dini hari dengan sistem door to door. Pasalnya, komoditas yang ditawarkan hampir sama dengan yang dijual di pasar.
“Kebanyakan didominasi dari Temanggung dan Magelang. Nah mereka ke sini subuh dan berdagang secara door to door. Ini mengganggu pasar kita karena komoditas yang dibawa hampir sama. Ada sayur, daging, dan sebagainya,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....