Empat Belas Tahun UUK DIY, Memetri Jogja Merawat Nusantara
- 31 Agt 2026 10:10 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Usia 14 tahun Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY kini tak lagi sekedar menjadi romantisme pelestarian warisan masa lalu. Marwah perundang-undangan ini telah bertransformasi menjadi instrumen progresif yang secara nyata menggerakkan kesejahteraan warganya.
Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Kulon Progo, Joko Mursito, mengatakan kebudayaan tidak semestinya berhenti pada panggung pertunjukan, pelestarian tradisi, atau ruang ekspresi seni. Di Kulon Progo, kebudayaan didorong untuk memiliki dampak yang lebih luas, termasuk ikut menjawab persoalan kemiskinan dan menggerakkan perekonomian masyarakat.
“Semenjak saya di Dinas Kebudayaan, saya memprioritaskan kesenian-kesenian yang berada di daerah miskin. Salah satunya dengan program Sigro Mentas”, katanya ketika menjadi narasumber Dialog Jogja Menyapa di RRI Yogyakarta pada Senin, 31 Agustus 2026.
Melalui kebijakan tersebut, Dinas Kebudayaan melakukan pendampingan ke desa-desa dan kalurahan. Tujuannya bukan hanya agar kelompok kesenian dapat terus berkegiatan, tetapi juga memiliki kemandirian dan mampu berkembang secara ekonomi.
Sementara itu, Budayawan Penggerak Masyarakat Kotagede, Achmad Charris Zubair menambahkan 14 tahun sejak Undang-undang Keistimewaan DIY disahkan, keistimewaan terus tumbuh sebagai fondasi pembangunan di Yogyakarta. Keistimewaan tidak hanya menjaga jati diri daerah tapi juga jadi penggerak berbagai upaya pembangunan melalui lima kewenangan keistimewaan.
”Semangat Memetri Kaistimewan diwujudkan melalui rangkaian kegiatan yang melibatkan berbagai unsur pemerintah, komunitas, pelaku budaya, dunia pendidikan dan masyarakat”, katanya.
Charris Zubair menambahkan melalui kebersamaan tersebut peringatan ini menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi sekaligus meneruskan nilai-nilai keistimewaan dalam kehidupan sehari-hari.
Semangat kebersamaan yang terjalin selama rangkaian peringatan ini menjadi pengingat bahwa keistimewaan akan terus lestari apabila dijaga, dikembangkan dan dimanahi sebagai tanggung jawab bersama seluruh masyarakat. (Prima Hapsari)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....