DIY Dorong Transportasi Publik, Keselamatan Jadi Prioritas

  • 17 Sep 2026 15:34 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Gunungkidul - Penguatan transportasi publik menjadi salah satu perhatian Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam upaya memperkuat konektivitas wilayah. Selain memastikan layanan semakin mudah diakses, aspek keselamatan dan keterjangkauan juga menjadi bagian penting dalam pengembangan transportasi.

Bagi masyarakat, transportasi tidak hanya menjadi sarana mobilitas, tetapi juga membuka akses terhadap pendidikan, pekerjaan, layanan kesehatan, hingga berbagai aktivitas ekonomi. Karena itu, keberadaan angkutan umum yang aman, terjangkau, dan mudah dijangkau dinilai penting untuk mendukung mobilitas masyarakat secara berkelanjutan.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan, peningkatan kualitas layanan transportasi publik perlu diikuti dengan perhatian terhadap keberlanjutan dan keselamatan. Hal tersebut disampaikannya seusai menghadiri Upacara Peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke-55 Tingkat DIY Tahun 2026 di Taman Budaya Gunungkidul, Kamis, 17 September 2026.

“Harapan besar kami, penyediaan transportasi semakin baik, khususnya transportasi publik. Kita bicara keberlanjutan. Sekarang BBM juga mahal, bagaimana kemudian prioritas penggunaan angkutan umum ini menjadi penting,” ujar Ni Made.

Menurut Ni Made, dukungan kebijakan diperlukan agar transportasi publik tetap dapat memberikan layanan dengan tarif yang terjangkau. Kondisi biaya bahan bakar menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan agar tidak berdampak langsung terhadap masyarakat pengguna angkutan umum.

“Untuk transportasi publik, mestinya bahan bakarnya juga tetap harus di-support. Kalau memang ada kenaikan di jenis yang lain, transportasi publik tetap dijaga supaya tarifnya tidak terpengaruh kondisi tersebut,” katanya.

Selain persoalan tarif, peningkatan akses serta ketersediaan sarana dan prasarana juga menjadi bagian yang perlu diperkuat. Gunungkidul, dengan karakter wilayah yang luas dan perkembangan akses antarkawasan, menjadi salah satu daerah yang masih membutuhkan peningkatan layanan transportasi publik.

“Gunungkidul ini memang masih kurang untuk transportasi publik. Kita mengakui. Mudah-mudahan ketika kemudian aksesibilitas jalan bagus, mudah-mudahan nanti modanya juga mengikuti,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih yang bertindak sebagai inspektur upacara menyampaikan, sektor perhubungan memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Transportasi tidak hanya menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya, tetapi juga mendukung pergerakan ekonomi dan memperkuat hubungan sosial masyarakat.

Harhubnas ke-55 yang mengusung tema “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju” menjadi momentum untuk memperkuat konektivitas sekaligus membangun budaya keselamatan dalam penyelenggaraan transportasi.

Dalam peringatan tersebut, sejumlah penghargaan juga diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap pihak-pihak yang berkontribusi dalam keselamatan dan pelayanan transportasi. Penghargaan tersebut meliputi Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ tingkat SMA/SMK/MA se-DIY, Juru Parkir Teladan Kota Yogyakarta, Apresiasi Srikandi Perparkiran, serta Anugerah Bhakti Transportasi Sekolah.

Untuk kategori Pelajar Pelopor Keselamatan LLAJ Tingkat SMA/SMK/MA se-DIY Tahun 2026, Juara I diraih Muhammad Farrel Akbar dari SMA Negeri 1 Wates, Juara II Kelana Langit Senja dari SMA UII Yogyakarta, dan Juara III Najiha Azzahra dari SMA Negeri 1 Bantul.

Sementara itu, penghargaan Juru Parkir Teladan Kota Yogyakarta diberikan kepada Johar Iswarin, Sumaryono, dan Suroto. Apresiasi Srikandi Perparkiran diberikan kepada Isti Winarni, juru parkir Pantai Watugupit, sedangkan Anugerah Bhakti Transportasi Sekolah diberikan kepada Paguyuban Angkutan Tema Lestari.

Semangat pelayanan dalam peringatan Harhubnas juga diwujudkan melalui kegiatan sosial. Sebanyak 100 tangki air bersih disalurkan untuk membantu masyarakat Gunungkidul yang membutuhkan.

Bantuan tersebut terdiri atas 35 tangki dari Dishub DIY, 20 tangki dari BPTD Kelas II DIY, 20 tangki dari Dishub Gunungkidul, dan 25 tangki dari Dishub Kota Yogyakarta. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis kepada BPBD Kabupaten Gunungkidul.

Penguatan konektivitas pada akhirnya tidak hanya diukur dari bertambahnya panjang jalan atau jumlah moda transportasi yang tersedia. Lebih dari itu, konektivitas ditujukan agar masyarakat, termasuk mereka yang berada di wilayah yang jauh, semakin mudah bergerak dan memperoleh akses terhadap berbagai layanan.

Transportasi yang aman, nyaman, terjangkau, dan mudah diakses menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas masyarakat sekaligus membuka akses yang lebih luas terhadap kesejahteraan.

Peringatan Harhubnas ke-55 menjadi momentum untuk kembali menegaskan peran transportasi sebagai penghubung antarmanusia dan antarwilayah, sekaligus sebagai bagian dari upaya membangun konektivitas yang mendukung kehidupan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....