Aktivitas Fisik Anak Muda Menurun, Kemenpora Dorong Optimalisasi Car Free Day
- 30 Agt 2026 10:53 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Aktivitas fisik masyarakat khususnya generasi muda, masih menjadi perhatian pemerintah. Asisten Deputi Olahraga Masyarakat Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Yayat Suyatna mengatakan, berdasarkan penelitian Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) aktivitas gerak cenderung baik pada usia anak. Namun, aktivitas tersebut menurun setelah seseorang lulus sekolah menengah hingga memasuki masa perkuliahan.
“Aktivitas gerak ini menjadi poin penting. Di Kemenkes ini kita masih rendah dan ini menjadi problem bersama,” kata Yayat saat ditemui di Sleman beberapa waktu lalu.
Yayat menyebut berdasarkan rekomendasi WHO, masyarakat dianjurkan untuk berolahraga selama 150 menit dalam sepekan yang dapat dibagi menjadi beberapa kali kegiatan. Menurutnya, olahraga tidak harus dilakukan dengan aktivitas berat. Yang terpenting adalah olahraga tersebut mudah dilakukan, murah, menyenangkan, dan dapat dilakukan secara rutin. Yayat menilai peningkatan aktivitas fisik sejak usia muda penting untuk mendukung terwujudnya generasi emas Indonesia 2045. Terlebih, penyakit tidak menular kini juga mulai menjadi risiko bagi kelompok usia muda.
“Jangan sampai nanti kita baru sadar pentingnya olahraga itu setelah sakit. Ketika kita terbaring baru menjadi, oh iya, penting olahraga itu. Karena kalau sudah sakit tidak bisa diwakilkan,” pungkasnya.
Salah satu upaya yang didorong Kemenpora adalah mengoptimalkan ruang publik, termasuk Car Free Day (CFD) sebagai sarana masyarakat untuk berolahraga secara rutin. Yayat menyebut CFD selama ini telah menjadi ruang bersama dan tempat interaksi masyarakat. Selain aktivitas olahraga, CFD juga menjadi ruang bagi kegiatan ekonomi dan UMKM.
Kemenpora mendorong pemerintah daerah untuk melakukan penataan CFD agar mengutamakan aktivitas olahraga tanpa menghilangkan kegiatan ekonomi masyarakat. Yayat mengatakan, Sleman memiliki potensi untuk membangun zona car free day yang ditata dengan pembagian area olahraga yang jelas. Area tersebut dapat mencakup jalur untuk berjalan kaki, bersepeda, hingga berlari, sementara aktivitas UMKM ditempatkan pada zona tersendiri agar tidak mengganggu aktivitas olahraga.
“Saya kira Yogyakarta punya potensi yang sangat besar karena punya kekuatan di pariwisatanya, punya kekuatan di pendidikannya, punya kekuatan di kreativitas pemudanya, dan tentu di olahraganya,” ucap Yayat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....