ASEAN Sports Day Digelar di Yogyakarta, Jadi Momentum Budayakan Olahraga
- 25 Agt 2026 12:39 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kembali menggelar ASEAN Sports Day 2026 di Yogyakarta pada 31 Agustus-6 September 2026. Gelaran ini menjadi momentum bagi Kemenpora untuk membudayakan olahraga di tengah masyarakat.
Asisten Deputi Olahraga Masyarakat Kemenpor Yayat Suyatna, mengatakan ASEAN Sports Day menjadi bagian dari upaya Kemenpora mengaktivasi Gerakan Masyarakat Aktif dan Bugar (Gemar). Khususnya melalui pemanfaatan ruang publik seperti car free day. Yayat menyoroti pentingnya peningkatan aktivitas fisik pada kelompok usia muda. Yayat mengatakan WHO menyarankan aktivitas fisik dilakukan rutin setidaknya 150 menit dalam satu minggu. Dia menuturkan, olahraga tidak harus selalu berat. Masyarakat bisa memilih jenis olahraga yang mudah, murah, dan menyenangkan.
“Sekarang ini banyak penyakit tidak menular di kalangan generasi muda. Sangat beresiko untuk membangun generasi emas di 2045 kalau kita tidak menyadarkan pentingnya aktivitas gerak ini,” kata Yayat saat jumpa pers di Loman Hotel Yogyakarta, Senin, 24 Agustus 2026.
Sementara, Analis Kebijakan Ahli Madya Kemepora Akbar Mia menyebut ASEAN Sports Day tidak berfokus pada pertandingan olahraga, melainkan pembudayaan olahraga di tengah masyarakat. Meski demkian, ada sejumlah agenda yang digelar pada 31 Agustus-6 September. Diantaranya adalah yoga, ada jemparingan, olahraga pencak silat, dan muay thai, Ada pula gelaran Tour De Prambanan, job fair, hingga fun run. Sejumlah peserta dari berbagai negara juga diperkirakan akan hadir, seperti negara ASEAN, Korea Selatan, Cina, Mesir, dan berbagai negara lainnya.
“Tahun lalu sekitar 3.000 atau 4.000 orang hadir bersama, kita senam bersama termasuk disabilitas di Alun-alun Kidul. Tahun ini harapan kami bisa jauh lebih besar lagi dan lebih inklusif,” ucap Akbar.
Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Sleman Kus Endarto mengaku menyambut baik gelaran ini. Kus menuturkan ASEAN Sports Day termasuk ke dalam wisata wellness yang menjadi isu utama Kementerian Pariwisata. Dia meyakini gelaran ini bisa turut mendongkrak jumlah kunjungan wisata di Sleman. Di sisi lain, ASEAN Sport Day juga diharapkan bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan mancaengara.
“Promosi, akan menyebabkan banyak orang yang akan masuk ke Indonesia, bukan hanya untuk berwisata, tapi mungkin mereka juga akan belajar atau bahkan berolahraga di Indonesia. Itu yang bisa disampaikan,” ujar Kus Endarto.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....