Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY Gelar Jogja Benih Expo #2 di Gunungkidul

  • 30 Agt 2026 06:40 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta- Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui Jogja Benih bekerja sama dengan Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) DIY sukses menggelar acara Jogja Benih Expo #2. Kegiatan ini mengusung tema "Penguatan Industri Benih Berbasis Inovasi Teknologi Untuk Mendukung Kedaulatan Pangan dan Gizi".

Acara dipusatkan di Balai Benih Induk Palawija Gading (BP3MBTP DPKP DIY) yang beralamat di Jalan Yogyakarta-Wonosari KM. 33, Gading, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul. Dalam ajang ini, diselenggarakan pula sesi Kelompencapir (Kelompok Pembaca, Pendengar, dan Pemirsa) sebagai wadah "sambung rasa" dan diskusi interaktif antarpetani Jumat 28 Agustus 2026.

Kepala DPKP DIY, Aris Eko Nugroho, menegaskan pentingnya bertani dengan penuh kasih sayang serta merawat alam sesuai dengan filosofi Yogyakarta, Hamemayu Hayuning Bawana. Beliau juga memperkenalkan berbagai inovasi pertanian terkini, salah satunya teknologi PM-AAS Pertanian Modern (Advanced Agriculture System ) yaitu model budidaya padi modern berbasis teknologi, mekanisasi, dan presisi tinggi yang diperkenalkan oleh Kementrian Pertanian Republik Indonesia untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi.

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui Jogja Benih bekerja sama dengan Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) DIY sukses menggelar acara Jogja Benih Expo #2.(Foto:RRI/Titik)

"Di Yogyakarta semua memiliki potensi yang harus dioptimalkan secara bijaksana. Kami juga terus mendorong regenerasi petani, memperluas wawasan petani milenial melalui pelatihan di BPBSDMP (Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian), serta mengenalkan dunia pertanian sejak dini melalui Jogja Agropark," ujar Aris.

Dalam sesi dialog di acara Sambungrasa, peserta asal Bantul, Wahyudi (Kelompok Tani Tani Manungal, Pleret), menyuarakan aspirasinya terkait pentingnya regenerasi petani muda dan pengenalan materi pertanian dalam muatan lokal pendidikan. Sementara itu, Budi Santoso, petani asal Sidoharjo yang kini bertani di kota, menanyakan strategi menghadapi tantangan perubahan iklim ekstrem (El Nino) agar hasil pertanian tetap optimal.

Kehadiran ajang Jogja Benih Expo #2 ini mendapat sambutan hangat dari para peserta.(Foto:RRI/Titik)

Menanggapi hal tersebut, pihak DPKP DIY mengimbau para petani untuk rajin berkonsultasi dengan petugas penyuluh lapangan (PPL) dan POPT, serta memanfaatkan teknologi irigasi hemat air maupun varietas tanaman komoditas tahan kering seperti sorgum (cantel).

Kehadiran ajang Jogja Benih Expo #2 ini mendapat sambutan hangat dari para peserta. Salah satunya Daliman, anggota KTNA mewakili Kota Yogyakarta, mengaku sangat senang dapat berpartisipasi dalam acara ini.

"Saya merasa sangat senang bisa berkumpul dan bersilaturahmi dengan teman-teman petani dari kabupaten lainnya. Acara Jogja Benih Expo ini memotivasi kami para petani untuk tetap semangat bertani karena bisa melihat langsung hasil pertanian teman-teman lain sekaligus mendapat banyak ilmu baru," ujar Daliman.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kedaulatan pangan dan gizi di wilayah DIY dapat terus diperkuat melalui inovasi perbenihan serta kemitraan yang solid antar stakeholder pertanian.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....