Panggung "Agustusan" Menjadi Ajang Menjaring Bibit Seniman Muda
- 27 Agt 2026 05:20 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta - Perayaan peringatan 17 Agustus bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan panggung terbuka bagi masyarakat untuk menyalurkan bakat dan membangun keberanian. Panggung “Agustusan” menyimpan potensi besar sebagai sarana efektif untuk menjaring dan menumbuhkan bibit-bibit seniman muda .
Hal tersebut dikatakan Kepala SMK Negeri 1 Kasihan (SMKI Yogyakarta), Drs. Agus Suranto, S.Pd., M.Sn saat berbincang di program Pendopo PRO 4 RRI Yogyakarta menyampaikan bahwa tradisi mendirikan panggung pertunjukan saat bulan Agustus kini telah bertransformasi menjadi kultur atau kebiasaan budaya yang melekat kuat dalam kehidupan bermasyarakat.
Salah satu keunggulan panggung rakyat ini menurut Agus adalah hadirnya daya apresiasi masyarakat yang sangat tinggi dan jujur. dirinya menyebut masyarakat tidak membanding-bandingkan kualitas pertunjukan warga lokal dengan seniman profesional . menurutnya yang mengemuka adalah rasa bangga saat menyaksikan anak-anak tampil di atas panggung.
Meskipun menurutnya, anak-anak tersebut telah melalui proses latihan, sering kali masyarakat atau penonton tidak mengetahui persiapan di balik layar. Penampilan mereka di atas panggung kerap memberikan kejutan bagi warga sekitar yang melihat potensi tersembunyi dari anak-anak di lingkungannya.
Agus menegaskan bahwa panggung pertunjukan Agustusan sejatinya harus memberikan porsi utama kepada anak-anak, sementara orang dewasa berperan sebagai pendukung. Panggung ini menjadi kesempatan emas bagi generasi muda untuk mengekspresikan dan menemukan jati diri mereka.
Agus menambahkan sebagian besar seniman profesional memang tumbuh dari masa kecil yang dekat dengan dunia seni. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan seseorang baru menggemari dan menekuni dunia seni saat beranjak dewasa.
Ia mengatakan mendorong anak-anak agar berani tampil memang bukan tugas mudah bagi panitia. Namun, keberadaan panggung itu sendiri sangat penting karena memberikan stimulus bagi warga. Menurutnya panggung Agustusan harus terlihat "hidup" dengan ragam penampilan tanpa terlalu berfokus pada sempurna atau tidaknya pertunjukan. Hal ini penting untuk membangun memori kolektif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....