Bumbu Dapur Pengawet Alami dalam Pengolahan Makanan Steril Komersial

  • 27 Agt 2026 00:07 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Industri pengolahan pangan modern terus berubah guna memenuhi tantangan penyediaan makanan praktis, tahan lama, namun tetap mempertahankan keamanan gizi dan rasa. Salah satu terobosan yang kini menjadi perhatian utama adalah penerapan metode steril komersial. Metode ini terbukti mampu mengawetkan produk makanan olahan tanpa memerlukan tambahan bahan pengawet sintetis.

Dalam siaran Bangun Desa Pro4 RRI Yogyakarta, Peneliti Pusat Riset Teknologi dan Proses Pangan BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional), Dr Asep Nurhikmat, menjelaskan bumbu-bumbu dapur alami yang biasa digunakan dalam masakan Nusantara memiliki sifat antimikroba alami yang berfungsi sebagai pengawet alami.

"Sejatinya bumbu-bumbu dapur seperti garam, gula, jahe, hingga ketumbar bukan sekadar perasa masakan, melainkan juga berfungsi alami sebagai pengawet makanan jika diolah dengan proses yang benar," ujar Asep Nurhikmat.

Asep menambahkan kunci utama dalam menghasilkan makanan steril komersial yang aman dan tahan lama terletak pada kualitas bahan baku. Bahan baku yang digunakan harus memenuhi dua kriteria utama kondisi segar, Memastikan kandungan nutrisi dan gizi bahan pangan masih terjaga optimal dan bebas dari pembusukan.

Melalui penerapan teknik pengolahan dan sterilisasi komersial yang tepat, produk pangan olahan dari desa diharapkan memiliki daya simpan yang panjang, aman dikonsumsi, serta mampu menembus pasar ritel modern hingga pasar ekspor tanpa mengurangi nilai gizi dan cita rasanya. Untuk produk makanan yang ditargetkan memiliki masa simpan panjang, proses sterilisasi komersial menjadi tahap penentu.

Asep menekankan pentingnya presisi dalam menjaga rentang suhu. selain perlakuan panas presisi, rahasia keawetan produk olahan ini terletak pada formulasi bumbu alami. Kombinasi antara formulasi bumbu alami dan sterilisasi membuat produsen tidak perlu lagi menambahkan Bahan Tambahan Pangan pengawet buatan. Meski regulasi BPOM masih memperbolehkan pengawet dalam batas aman tertentu.

Menurutnya setiap produk pangan olahan sterilisasi komersial harus melalui uji validasi penetrasi panas untuk memastikan produk aman dikonsumsi oleh masyarakat luas. Salah satu keunggulan utama dari teknologi sterilisasi komersial adalah perpanjangan masa kadaluarsa produk. Produk pangan olahan berwadah retort/proses sterilisasi komersial pada makanan atau minuman dalam kemasan kedap udara dapat diklaim memiliki daya tahan hingga satu tahun. Solusi teknologi dan regulasi ini diharapkan terus memperkuat daya saing produk kuliner nusantara hingga ke pasar ekspor.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....