Digitalisasi Jadi Tantangan Tenaga Didik Ajarkan Akhlak bagi Siswa
- 25 Agt 2026 19:01 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Sleman – Penanaman nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW kepada siswa di tengah derasnya arus digitalisasi seperti saat ini menjadi tantangan bagi para tenaga pendidik di sekolah. Penggunaan media sosial, internet, hingga kemunculan tren dan konten viral turut memengaruhi kebiasaan serta perilaku anak. Termasuk dalam hal kejujuran dan cara bertutur kata.
Guru Pendidikan Agama Islam SDN Sinduadi Timur, Sleman, Yuningsih mengatakan salah satu akhlak utama yang terus ditekankan kepada siswa adalah kejujuran. Menurutnya, kejujuran menjadi dasar dalam membentuk sikap amanah dan bertanggung jawab.
“Yang paling utama itu tentang kejujuran. Mau bagaimanapun zaman berkembang, mau bagaimanapun secanggih apa pun alatnya, tetapi dengan kejujuran itu insya Allah akan membawa kebaikan di mana pun berada,” ujar Yuningsih saat ditemui di SDN Sinduadi Timur, Senin, 24 Agustus 2026.
Selain kejujuran, Yuningsih menilai tutur kata dan perilaku yang baik juga menjadi hal yang perlu mendapat perhatian. Sebab, siswa kerap mengikuti istilah atau kata-kata yang sedang viral di media sosial dan menganggap sebagai sesuatu yang wajar. Menurut Yuningsih, kondisi tersebut perlu diimbangi dengan pembiasaan positif di lingkungan sekolah maupun keluarga. Guru tidak hanya memberikan pemahaman mengenai keteladanan Nabi Muhammad SAW, tetapi juga mengajak siswa mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Lebih kepada pembiasaan, terutama tentang akhlaknya. Kita sebagai umat muslim secara umum sudah tahu bahwa teladan kita adalah Nabi Muhammad. Tetapi ada beberapa anak yang mungkin meniru sesuatu dan kemudian menormalisasi hal tersebut,” ucapnya.
Untuk memperkuat pembiasaan tersebut, SDN Sinduadi Timur berencana menggelar pengajian secara rutin setiap bulan. Kegiatan tersebut sekaligus akan dimanfaatkan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW yang rencananya digelar pada 4 September 2026. Yuningsih mengatakan, kegiatan pengajian diharapkan dapat menjadi ruang bagi siswa untuk kembali memahami dan menerapkan sifat-sifat Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, komunikasi dengan wali murid serta kegiatan parenting terus dilakukan agar nilai-nilai yang ditanamkan di sekolah dapat diperkuat di lingkungan rumah.
“Kerja sama antara sekolah dan lingkungan, terutama orang tua di rumah, sangat dibutuhkan,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....