Jogja Coffee Week, Ruang Pengembangan Kopi Bernilai Tambah

  • 25 Agt 2026 15:34 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta — Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mendorong penyelenggaraan pameran kopi di Yogyakarta, termasuk Jogja Coffee Week (JCW), agar tidak sekadar menjadi sarana promosi bahan baku kopi. Pameran tersebut diharapkan mampu menjadi wadah pengembangan produk kopi yang memiliki nilai tambah.

Hal itu disampaikan Sri Sultan saat menerima jajaran panitia Jogja Coffee Week 2026 di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Senin, 24 Agustus 2026.

“Ngarsa Dalem berharap untuk pameran kopi itu jangan hanya menjual green bean, bukan raw material saja, tapi juga lebih kepada nilai, value, added value,” ucap Ketua Organizing Committee JCW #6, Rahadi Saptata Abra, saat ditemui usai pertemuan.

Rahadi mengatakan, pihaknya menyambut baik masukan dan arahan Sri Sultan tersebut. Menurutnya, arahan itu sejalan dengan salah satu agenda utama JCW 2026, yakni Indonesia Coffee Business Summit (ICBS).

“Dan itu akan kami wadahi di dalam program Indonesia Coffee Business Summit nanti, artinya nanti kita lebih banyak berbicara tentang hilirisasi kopi, bukan hanya menjual raw material, ada added value, ada yang diblending, ada yang dikemas. Kemudian juga kita mungkin jual blended kopi-kopi yang sudah siap dikonsumsi untuk di luar,” katanya.

Selain mendorong hilirisasi, JCW juga berupaya memberikan ruang yang lebih luas bagi petani kopi melalui Green Bean Competition. Kompetisi tersebut menilai kualitas biji kopi mentah yang diproduksi dan diproses langsung oleh petani maupun prosesor kopi.

Pada penyelenggaraan tahun ini, para pemenang Green Bean Competition direncanakan memperoleh Piala Raja yang akan diserahkan langsung oleh Sri Sultan.

Rahadi menjelaskan, pemberian Piala Raja diharapkan dapat meningkatkan antusiasme masyarakat dan peserta terhadap JCW 2026. Kompetisi tersebut sekaligus menjadi peluang bagi petani untuk meningkatkan kualitas kopi dan nilai ekonominya.

Kopi yang memenuhi kriteria dengan skor di atas 8,5 akan masuk dalam proses lelang. Dengan demikian, kopi berkualitas tersebut berpeluang mendapatkan nilai tambah sekaligus harga jual yang lebih tinggi.

“Nah itu otomatis yang terlelang itu biasanya harganya bisa terkoreksi mas. Seperti tahun lalu, juaranya kita tahun lalu yang di arabica itu yang harganya biasanya x, kemarin bisa 3x lipat. Nah itu yang menurut Ngarsa Dalem juga cukup wah ini bagus gitu kira-kira gitu,” ujar Rahadi.

Rahadi berharap JCW mampu menjadikan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai salah satu barometer penyelenggaraan event kopi berskala nasional maupun internasional.

“Sehingga akan semakin meningkatkan ekosistem dan industri kopi khususnya di Yogyakarta maupun di Indonesia. Dan kami berharap acaranya juga menunjang para wisata Yogyakarta,” katanya.

Jogja Coffee Week 2026 dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 4 September 2026 hingga Minggu 6 September 2026 di Hall B-C Jogja Expo Center.

Kegiatan tersebut akan menghadirkan 191 booth. JCW 2026 juga akan diikuti peserta dan exhibitor dari sejumlah negara, di antaranya Jepang dan Australia, serta perwakilan ASEAN Coffee Federation.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....