Bawang Merah Parangtritis Hadapi Tantangan dari Hulu hingga Hilir

  • 25 Agt 2026 15:15 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Bantul - Sektor pertanian di Kabupaten Bantul terutama bawang merah masih menghadapi sejumlah tantangan dalam peningkatan produksinya. Berbagai persoalan tersebut antara lain kurangnya tenaga kerja, keterbatasan pupuk subsidi, serta kendala pemasaran hasil panen.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kalurahan Parangtritis, Kadiso menyatakan, mayoritas petani bawang merah di wilayahnya didominasi kaum lanjut usia. Sementara para anak muda cenderung tertarik menggeluti dunia pariwisata.

“Karena yang tua sudah tidak mampu lagi untuk bekerja, sementara yang muda kebanyakan tertarik di sektor pariwisata. Jadi tenaga kerja kami harus mengambil dari luar daerah,” ucapnya, Selasa, 25 Agustus 2026.

Kadiso menyebut, masalah yang tidak kalah penting adalah ketentuan pemerintah pusat mengenai pembagian atau plotting pupuk subsidi berdasarkan jenis komoditas. Akibatnya, ia dan para petani lainnya terpaksa membeli pupuk nonsubsidi yang tentu berdampak pada kenaikan biaya produksi.

“Kami petani hortikultura ini jatah pupuk subsidi hanya NPK dan Ponska. Padahal kami butuh ZA dan SP. Itu artinya kami harus membeli yang nonsubsidi dengan harga yang cukup tinggi,” ujarnya.

Selain persoalan sarana produksi, petani di Parangtritis juga menghadapi tantangan ketika memasuki masa panen. Saat hasil panen melimpah, tidak jarang harga jual justru akan semakin turun.

“Kami berharap ada sistem tunda jual. Jadi ketika panen, bawang merah dikeringkan dan ditunggu sekitar 1-1,5 bulan. Ketika harga naik baru kita lepas. Untuk itu kami membutuhkan gudang penyimpanan,” katanya.

Salah satu petani lainnya, Subagyo, mengeluhkan instalasi saluran drainase yang kurang memadai. Saat musim hujan, lahan pertanian di Parangtritis kerap terendam air.

“Apabila di musim hujan turun, hujannya deras, itu drainase yang ada sekarang ini kurang mampu memadai. Akhirnya, airnya meluap ke sawah terus terjadi banjir. Padahal untuk tanaman bawang merah, apabila kena banjir, itu dipastikan untuk gagal panen,” ucapnya.

Dengan berbagai hambatan tersebut, para petani berharap agar pemerintah daerah maupun kementerian bisa memberikan solusi yang tepat. Sebab, pertanian merupakan salah satu sektor strategis di Bumi Projotamansari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....