Produksi Beras Bantul Terus Naik, Surplus 2025 Capai 70.000 Ton
- 23 Agt 2026 15:58 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menyebut bahwa produksi pertanian, terutama beras, terus menunjukkan peningkatan dari waktu ke waktu. Terbukti, komoditas tersebut mengalami surplus yang signifikan dalam dua tahun terakhir.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih menyatakan, pada 2024 Bantul tercatat mengalami surplus beras sebesar 50.000 ton. Jumlah tersebut meningkat pada tahun berikutnya yang mencapai 70.000 ton.
“Tahun 2024, Bantul mengalami surplus beras itu 50.000 ton. Itu sudah berwujud beras, bukan gabah lagi. Tahun 2025, surplus itu meningkat menjadi 70.000 ton beras,” ucapnya saat menghadiri panen raya bawang merah di Bulak Parangtritis, Bantul, Kamis, 20 Agustus 2026.
Peningkatan produksi tersebut terjadi di tengah kondisi luasan lahan pertanian yang cenderung terus menyempit. Menurutnya, surplus beras terjadi berkat keberhasilan dari berbagai upaya intensifikasi pertanian.
“Mulai dari pemilihan benih, pemilihan pupuk, mekanisasi, elektrifikasi, bahkan hari ini sudah kita mulai digitalisasi, itu terbukti mampu meningkatkan produktivitas per satuan lahannya,” ujarnya.
Halim menambahkan, sektor pertanian merupakan salah satu dari tiga sektor ekonomi strategis di Bumi Projotamansari. Kontribusinya terhadap perekonomian daerah tercatat berada di posisi kedua.
“Ada tiga sektor ekonomi strategis di Bantul yaitu industri, pertanian, dan pariwisata. Di mana sektor pertanian ini memberikan kontribusi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kedua setelah sektor industri,” katanya.
Dengan hal ini, sektor pertanian memiliki peran krusial dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia pun berharap agar produktivitas di sektor tersebut dapat terus berkembang.
“Oleh karenanya, kita patut syukuri bahwa produksi pertanian di Kabupaten Bantul ini bisa meningkat dari waktu ke waktu,” ucapnya menambahkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bantul, Joko Waluyo, menargetkan surplus produksi beras mencapai 100.000 ton pada tahun 2026. Peningkatan itu seiring dengan bertambahnya luas tanam yang ditetapkan sebesar 35.000 hektare pada tahun ini.
“Target luas panen tahun ini ditargetkan mencapai 34.000 hektare. Harapan kami di tahun ini bisa surplus 100 ribu ton beras,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....