Bawang Merah Jadi Andalan, Pemkab Bantul Dorong Penguatan Infrastruktur

  • 24 Agt 2026 16:15 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Bantul – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul menegaskan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian terutama bawang merah. Langkah itu diwujudkan dengan menerima aspirasi para petani bawang merah, kemudian dilanjutkan kepada Pemda DIY serta Kementerian Pertanian.

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, komitmen itu bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pertanian serta menyejahterakan para petani. Menurutnya, salah satu kendala utama pertanian bawang merah terutama di wilayah selatan, adalah ancaman banjir rob tahunan.

Fenomena ini terjadi saat musim kemarau, di mana gelombang pasang turut membawa timbunan pasir. Pasir tersebut lalu menyumbat muara sungai, dan menyebabkan air tidak bisa kembali ke laut sehingga menggenangi lahan pertanian warga.

“Untuk mengatasi banjir rob tahunan, kami memerlukan tanggul dan alat berat. Itu untuk mengatasi tergenangnya hamparan ladang bawang merah, yang tentu berdampak bagi produktivitas,” ucapnya, saat menghadiri panen raya bawang merah di Bulak Parangtritis, Bantul, Kamis, 20 Agustus 2026.

Selain itu, Halim juga menekankan permasalahan terkait harga benih bawang merah yang cukup mahal. Hal itu menurutnya akan berdampak bagi tingginya biaya produksi yang harus dikeluarkan.

“Ada usulan bahwa sudah saatnya kita swasembada benih agar dapat mengurangi biaya produksi pertanian bawang merah kita. Dengan demikian, kami memerlukan instalasi perbenihan bawang merah,” katanya.

Bupati berharap agar usulan dari petani tersebut segera mendapat solusi terbaik dari Pemda DIY maupun Kementan. Pasalnya, sektor pertanian bawang merah seperti yang ada di Kalurahan Parangtritis, telah mampu meningkatkan pendapatan warga sekitar.

“Hasil panen yang baik dari tahun ke tahun, menunjukkan bahwa bawang merah menjadi salah satu sumber kesejahteraan para petani di Kabupaten Bantul terutama di wilayah selatan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kalurahan Parangtritis, Kadiso, mengaku bahwa salah satu permasalahan yang dihadapi petani bawang merah adalah genangan air yang muncul saat musim hujan. Hal itu disebabkan letak geografis lahan pertanian di Parangtritis yang berada di bawah gunung.

“Kondisi ini perlu diatasi dengan penambahan saluran drainase. Jadi saat debit air meningkat, tidak meluber dan menggenangi lahan pertanian,” katanya.

Kesulitan lain, lanjut Kadiso, adalah akses menuju lahan pertanian yang cukup menyulitkan. Hal tersebut berdampak bagi jalannya aktivitas penanaman maupun pengangkutan hasil panen.

“Kami memerlukan perbaikan atau renovasi jalan usaha tani, agar akses menuju lahan bisa lebih mudah,” ucapnya menambahkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....