Elektrifikasi Pertanian di Parangtritis, Biaya Penyiraman Turun hingga 88 Persen

  • 25 Agt 2026 07:47 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Bantul – Pemanfaatan teknologi pertanian kini sudah semakin menyebar di Kabupaten Bantul. Salah satunya dilakukan oleh para petani bawang merah di Kalurahan Parangtritis, Kapanewon Kretek, yang telah menerapkan electrifying agriculture atau penggunaan energi listrik untuk pertanian.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Kalurahan Parangtritis Kadiso mengungkapkan bahwa para petani di wilayahnya kini menggunakan sistem penyiraman lahan dengan memanfaatkan pompa listrik. Menurutnya, penggunaan pompa listrik jauh lebih efisien dibandingkan pompa diesel.

“Dengan penggunaan elektrifikasi ini efisiensi biaya penyiraman bisa tertekan sebesar 88 persen dibanding dengan pompa BBM,” ucapnya, Senin, 24 Agustus 2026.

Selain untuk penyiraman, elektrifikasi juga dimanfaatkan petani sebagai alat pengendali hama. Dengan demikian, produktivitas komoditas bawang merah akan terus meningkat.

“Elektrifikasi juga bisa dimanfaatkan oleh petani sebagai alat untuk memasang light trap untuk pengendalian hama dan penyakit yang sangat ramah lingkungan dan murah. Ini efektif sekali,” katanya.

Kadiso menambahkan, pengelolaan pertanian di Parangtritis juga menerapkan pola tanam serentak. Pola tersebut digunakan untuk memutus siklus hidup hama dan penyakit tanaman.

“Jadi kalau di sini ada bawang merah, semua bawang merah tidak ada tanaman lain kecuali yang tanaman tumpang sari cabai. Kemudian ada suatu waktu tertentu, semua tanaman yakni cabai, terong, dan tomat harus bersih dari lahan di Parangtritis,” ujarnya.

Senada dengan itu, salah satu petani bawang merah, Nanto Pratomo, mengaku bahwa penggunaan pompa elektrik jauh lebih hemat dari pompa diesel. Ia pun bisa menekan biaya produksi sehingga hasil panen bisa lebih menguntungkan.

“Kalau pakai pompa air, itu dari pagi sampai sekitar pukul 10.00 WIB sudah habis dua liter BBM. Kalau sekarang pakai listrik, itu untuk menyirami 1.000 meter persegi paling besar hanya Rp2.000. Jadi untung sekali,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....