DIY-New Zealand Jajaki Kerja Sama Bibit Sapi Unggul
- 12 Sep 2026 13:44 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – New Zealand membuka peluang kerja sama dengan DIY dalam pengembangan peternakan, salah satunya melalui pasokan semen sapi pejantan untuk menghasilkan bibit sapi unggul.
Peluang tersebut dibahas dalam pertemuan Duta Besar New Zealand untuk Indonesia Philip Taula dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, Jumat, 11 September 2026 di Gedong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.
Kepala DPPMPTSP DIY Ghofar Ismail mengatakan, kebutuhan daging dan susu yang terus berkembang menjadi salah satu pertimbangan untuk memperkuat sektor peternakan melalui kerja sama dengan New Zealand.
Di sisi lain, keterbatasan lahan di Pulau Jawa menjadi tantangan dalam pengembangan peternakan sapi. Sementara kebutuhan terhadap daging sapi masih cukup tinggi.
Menurut Ghofar, salah satu alternatif yang dapat dikembangkan adalah mendatangkan semen sapi pejantan dari New Zealand untuk program inseminasi buatan (IB). Cara tersebut dinilai lebih efisien dibandingkan mendatangkan sapi hidup, dengan mempertimbangkan aspek regulasi, biaya transportasi, jarak, hingga risiko selama perjalanan.
“Jadi kita bisa mendatangkan semennya, kemudian dilakukan inseminasi buatan. Harapannya nanti menghasilkan sapi-sapi persilangan yang unggul,” kata Ghofar.
Ghofar menambahkan, pengembangan sapi persilangan dengan kualitas unggul dapat menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan mutu ternak di tengah keterbatasan lahan peternakan di Jawa.
Meski demikian, rencana tersebut masih dalam tahap penjajakan sehingga mekanisme dan teknis pelaksanaannya belum ditentukan.
Sementara itu, Duta Besar New Zealand untuk Indonesia Philip Taula menyampaikan, peluang kerja sama tersebut dapat dikembangkan melalui skema sister province antara DIY dengan salah satu provinsi di New Zealand.
Menurutnya, kerja sama kedua daerah tidak harus terbatas pada sektor peternakan. Potensi kolaborasi dapat diperluas ke bidang pertanian, pendidikan, kebudayaan, hingga investasi.
“Kami bicara mengenai bagaimana New Zealand bersama Daerah Jogja bisa bekerja sama, termasuk isu mungkin ada provinsi di New Zealand yang bisa sister province bersama Jogja,” kata Philip.
Philip mengatakan, pihaknya akan mempelajari provinsi-provinsi di New Zealand yang memiliki potensi untuk menjadi mitra DIY.
Ia menilai Yogyakarta memiliki berbagai keunggulan yang dapat menjadi dasar pengembangan kerja sama, khususnya di sektor pendidikan.
“Ini salah satu kota yang punya banyak potensi, terutama pendidikan. Kami juga melihat ada potensi kerja sama di berbagai bidang yang bisa dikembangkan bersama,” ujarnya.
Philip menjelaskan, hubungan kerja sama New Zealand dan Indonesia selama ini telah berkembang di sejumlah sektor, di antaranya pertanian, energi terbarukan, dan pendidikan.
Dalam bidang pendidikan, kerja sama juga telah berlangsung antara sejumlah universitas di New Zealand dengan perguruan tinggi di Indonesia, termasuk Universitas Gadjah Mada.
“Kami sudah memiliki kerja sama dengan universitas-universitas di Indonesia, termasuk UGM,” kata Philip.
Selain itu, New Zealand memiliki pengalaman bekerja sama dengan Indonesia dalam penanganan bencana di sejumlah wilayah.
Namun, isu kebencanaan belum menjadi pembahasan khusus dalam pertemuan bersama Pemda DIY kali ini dan masih terbuka untuk dijajaki dalam kerja sama berikutnya.
Philip mengatakan, tahapan selanjutnya adalah mengidentifikasi provinsi di New Zealand yang dinilai paling sesuai untuk menjadi mitra DIY.
Hasil penjajakan tersebut selanjutnya akan dibahas bersama Pemda DIY untuk merumuskan bentuk kerja sama yang lebih konkret, dengan mempertimbangkan potensi sekaligus kebutuhan kedua daerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....