SEGARA Karya Buka Peluang Kolaborasi Pemkab Sleman

  • 26 Agt 2026 23:15 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Sleman - Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPKO) KSI MIST FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) membawa program SEGARA ke forum Pemerintah Kabupaten Sleman melalui audiensi kerja sama UNY dengan Pemkab Sleman, Rabu, 19 Agustus pekan lalu. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Praja 2, Setda Kabupaten Sleman, tersebut menjadi momentum bagi tim untuk memaparkan perkembangan program sekaligus memperoleh masukan dari berbagai perangkat daerah yang hadir.

Audiensi berlangsung pukul 09.00 hingga 11.45 WIB dan mempertemukan pihak UNY, tim PPKO KSI MIST FMIPA UNY, Kalurahan Sidoagung, serta unsur Pemerintah Kabupaten Sleman. Pembahasan difokuskan pada pengembangan SEGARA di Kalurahan Sidoagung, khususnya dalam memperluas jejaring kerja sama dan dukungan lintas sektor. Pemerintah daerah menilai program SEGARA menarik dan membuka peluang kolaborasi lebih lanjut dengan sejumlah organisasi perangkat daerah.

SEGARA dikembangkan sebagai ekosistem kewirausahaan yang memanfaatkan potensi perikanan di Kalurahan Sidoagung. Program tersebut berangkat dari sejumlah persoalan masyarakat, antara lain ketergantungan pemasaran kepada pengepul dan konsumen lokal, masih banyaknya hasil panen yang dijual dalam bentuk mentah, keterampilan pascapanen yang perlu diperkuat, serta keterbatasan akses pasar. Untuk menjawab persoalan tersebut, tim mengembangkan empat komponen utama, yakni SEGARA Madya, SEGARA Karya, SEGARA Daya, dan SEGARA Lestari.

SEGARA Madya diarahkan pada penguatan kelembagaan melalui integrasi kelompok pembudidaya ikan. Sementara SEGARA Karya berfokus pada inovasi dan diversifikasi produk olahan, SEGARA Daya mengembangkan digitalisasi dan perluasan pasar, sedangkan SEGARA Lestari diarahkan untuk memastikan regenerasi serta keberlanjutan program. Selain itu, tim mengembangkan SEGARA Raya sebagai agenda perluasan pasar yang dilaksanakan secara triwulanan melalui Pasar Triwulan dan lomba memancing.

Tim PPKO KSI MIST FMIPA UNY bersama pihak UNY dan perwakilan Pemerintah Kabupaten Sleman usai audiensi pengembangan program SEGARA di Kalurahan Sidoagung. (Foto: Dok. Tim PPKO KSI MIST FMIPA UNY)

Hingga audiensi berlangsung, tim telah membentuk Gapokkan SEGARA Agung yang menghimpun sekitar enam kelompok pembudidaya ikan sebagai wadah komunikasi dan koordinasi. Pembentukan tersebut disahkan melalui berita acara pada 4 Juli 2026 bersama lurah dan penyuluh perikanan. Di sisi produk, SEGARA Karya telah menghasilkan sejumlah olahan berbasis ikan, seperti dimsum ikan lele, galantin ikan nila, kerupuk ikan bawal, ikan marinasi, dan kecap ikan bawal. Tim juga melakukan pendampingan legalitas kelompok Mina Sentul Makmur.

Pada aspek digitalisasi, SEGARA Daya dikembangkan melalui aplikasi yang memiliki sejumlah fitur, mulai dari smart allocation, pengelolaan administrasi dan kemitraan, monitoring pesanan hingga distribusi, pre-order, hingga katalog produk olahan ikan. Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman menyampaikan bahwa komunikasi dengan tim telah dilakukan dalam pengembangan aplikasi tersebut. Aplikasi SEGARA saat ini berada pada tahap uji coba dan perbaikan keamanan sebelum diluncurkan kepada publik.

Sejumlah perangkat daerah juga memberikan masukan terkait pengembangan program. Dinas Kesehatan menyoroti aspek pemantauan dan standardisasi produk, termasuk pemenuhan PIRT bagi penjamah makanan, sertifikat laik higiene, serta ketentuan BPOM sesuai skala usaha.

Sementara Dinas Koperasi dan UMKM membuka peluang pemasaran produk SEGARA melalui Sleman Mart dengan tetap memperhatikan kelengkapan izin edar dan perizinan yang dipersyaratkan. “Peluang pemasaran melalui Sleman Mart dapat menjadi salah satu jalur untuk memperluas pasar produk UMKM SEGARA,” ujarnya.

Tim PPKO KSI MIST FMIPA UNY memaparkan program SEGARA dalam audiensi kerja sama UNY dengan Pemerintah Kabupaten Sleman di Ruang Rapat Praja 2, Setda Kabupaten Sleman (Foto: Dok. Tim PPKO KSI MIST FMIPA UNY)

Dukungan juga datang dari Balai Latihan Kerja (BLK) Sleman yang membuka peluang pelatihan bagi masyarakat yang ingin bekerja maupun mengembangkan usaha. Pelatihan sales marketing, uji kompetensi BNSP, hingga penguatan keterampilan pemasaran menjadi sejumlah peluang yang dibahas. Dinas Perindustrian turut menawarkan dukungan melalui Rumah Kreatif Sleman, khususnya dalam digital marketing, pendampingan mentor, desain kemasan, serta pelatihan teknis sertifikasi keamanan produk dan HACCP.

Dari sisi kelembagaan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan Kabupaten Sleman melihat SEGARA berpeluang dikembangkan menjadi salah satu unit usaha BUMKal. Pengembangan melalui BUMKal dinilai dapat membuka akses pembiayaan, menambah keberagaman unit usaha kalurahan, sekaligus berpotensi meningkatkan pendapatan asli kalurahan. Namun, aspek legalitas dan proses serah terima program juga perlu dipersiapkan agar tidak menimbulkan persoalan hak kekayaan intelektual di kemudian hari. “Keberlanjutan program perlu dipikirkan sejak awal, termasuk siapa yang akan melanjutkan pengelolaan setelah tim mahasiswa tidak lagi terlibat langsung,” katanya.

Pembahasan audiensi juga mencakup aspek lingkungan, tata ruang, infrastruktur, kepemudaan, perizinan, transportasi, pariwisata, hingga pemberdayaan masyarakat. Dinas Lingkungan Hidup membuka peluang dukungan dalam pengelolaan sanitasi limbah kolam, termasuk melalui budidaya maggot dan pengelolaan limbah cair. Sementara Dinas Pemuda dan Olahraga membuka peluang dukungan instruktur serta sosialisasi digitalisasi pemasaran produk bagi pemuda. Berbagai masukan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan SEGARA memiliki ruang kolaborasi yang cukup luas di tingkat daerah.

Bagi tim PPKO KSI MIST FMIPA UNY, audiensi tersebut menjadi momentum untuk membawa hasil pendampingan masyarakat ke ruang kolaborasi yang lebih luas. Berbagai tanggapan dari perangkat daerah diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus penguatan bagi keberlanjutan program. Ke depan, jejaring kerja sama dengan pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait akan terus dikembangkan agar SEGARA tidak berhenti sebagai program pendampingan mahasiswa, tetapi mampu tumbuh menjadi ekosistem kewirausahaan masyarakat.

Salah satu agenda lanjutan yang telah direncanakan adalah SEGARA Raya pada 19 September 2026 melalui Pasar Triwulan dan lomba memancing. Kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang untuk menampilkan dan memasarkan produk olahan yang telah dikembangkan sekaligus memperluas interaksi masyarakat dengan potensi perikanan Sidoagung. Dengan dukungan lintas sektor dan penguatan kelembagaan, SEGARA diharapkan mampu mendorong pengembangan potensi perikanan secara lebih produktif, memperluas akses pasar, serta membangun kemandirian ekonomi masyarakat Sidoagung secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....