Psikologi ’86 Discovery dan Martha Tilaar Dorong Lahirnya Beautypreneur Muda UGM

  • 27 Agt 2026 15:59 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta - Alumni Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 1986 yang tergabung dalam Psychologi ’86 Discovery berkolaborasi dengan Martha Tilaar Group menggelar seminar inspiratif bertajuk Glow Economy: Beautypreneurs Take the Lead di Fakultas Psikologi UGM, Yogyakarta, Kamis, 27 Agustus 2025.

Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengenal lebih jauh perkembangan industri kecantikan sekaligus melihat peluang kewirausahaan di sektor tersebut di tengah pertumbuhan ekonomi kreatif.

Seminar diikuti lebih dari seratus mahasiswa dari berbagai fakultas di UGM. Dua pembicara yang hadir yakni CEO Martha Tilaar Group, Dr Kilala Tilaar, serta Senior Executive & Business Leader Alumni Psikologi UGM, Dr Moko Pamungkas.

Dekan Fakultas Psikologi UGM, Rahmat Hidayat, mengapresiasi kolaborasi yang mempertemukan alumni, dunia industri, dan mahasiswa tersebut. Ia berharap peserta dapat memperoleh wawasan baru melalui pengalaman dan perjalanan karier para pembicara.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap mahasiswa yang hadir dapat belajar bahwa di balik setiap produk kecantikan ada nilai-nilai lokal, riset ilmiah, dan semangat pemberdayaan yang bisa menjadi inspirasi,” ujarnya.

CEO Martha Tilaar Group, Kilala Tilaar, menjadi pemateri pembuka dengan memberikan pemahaman mengenai perkembangan industri kecantikan. Materi tersebut sekaligus menjadi pengantar sebelum peserta memasuki pembahasan mengenai peluang dan tantangan menjadi seorang wirausaha di sektor kecantikan.

Pamungkas Trishadiatmoko atau karib disapa Moko Pamungkas, Senior Executive & Business Leader Alumni Psikologi UGM, yang juga Ketua Dewan Pengawas LPP TVRI ketika memberi motivasi kepada ratusan mahasiswa yang hadir, Kamis, 27 Agustus siang, dalam acara bertajuk Glow Economy: Beautypreneurs Take the Lead di Fakultas Psikologi UGM. (Foto: RRI/Wulan Anita)

Sementara itu, Moko Pamungkas menekankan, menjadi beautypreneur tidak sebatas membangun bisnis. Menurutnya, kreativitas, inovasi, dan keberlanjutan menjadi bagian penting dalam mengembangkan usaha.

"Hari ini bagian dari langkah-langkah atau acara berikutnya bagaimana menjadi pengusaha atau entrepreneur tidak harus saat kepepet ataupun setelah selesai kuliah tapi bisa mulai dari saat kuliah. Dan sekarang teknologi memungkinkan dan fasilitas industri memungkinkan. Saya bisa membuat konsep dan akhirnya memproduksi di perusahaan besar di Martha Tilaar Group dengan bekerja sama sehingga kualitasnya bagus," kata Moko yang juga Ketua Dewan Pengawas LPP TVRI.

Psikologi dan Entrepreneurship Ketua Panitia Reuni 40 Tahun Psikologi UGM, Adhie Suharyono, mengatakan rangkaian kegiatan peringatan 40 tahun alumni Psikologi UGM angkatan 1986 telah dimulai sejak tahun sebelumnya. Salah satu kegiatannya berupa penulisan pengalaman perjalanan karier masing-masing alumni selama empat dekade.

Buku yang menghimpun kisah para alumni tersebut telah diluncurkan pada Januari 2026 di Bali. "Rekan alumni 86 ini ternyata sangat beragam. Jadi tidak rigid psikologi saja gitu ya. Nah, kebetulan kalau di psikologi 86 ini trennya karirnya beragam ya. Nah, itu masing-masing menuangkan tulisan dan menjadi mosaik inspirasi psikologi 86 bukunya itu," ujar Adhie.

Adhie mengatakan, rangkaian peringatan 40 tahun alumni kemudian dikembangkan melalui kolaborasi dengan Martha Tilaar Group. Kolaborasi tersebut menghadirkan perspektif berbeda dengan menggabungkan ilmu psikologi dan kewirausahaan.

"Kita mencari sisi yang lain, mengkombinasikan antara psikologi dengan entrepreneurship. Kita mengikuti perkembangan saat sekarang di mana dunia entrepreneurship itu demikian maraknya. Sehingga kita berpikir perlunya mengajak adik-adik khususnya para alumni dan mahasiswa. Dan itu tidak dari Fakultas Psikologi saja. Ini terbuka secara luas sehingga diikuti dari berbagai fakultas di UGM khususnya. Bahkan yang dari luar UGM juga ada yang mengikutinya," kata Adhie.

Menurut Adhie, keterlibatan mahasiswa dari berbagai latar belakang menunjukkan bahwa pembahasan mengenai kewirausahaan tidak terbatas pada satu disiplin ilmu. Peluang untuk mulai membangun usaha juga dapat dilakukan sejak mahasiswa masih menempuh pendidikan.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Selain memperoleh wawasan dan motivasi mengenai industri kecantikan serta kewirausahaan, peserta juga mengikuti berbagai fun games dan mendapatkan produk gratis dari Sariayu.

Kegiatan ditutup dengan ajakan kepada generasi muda untuk berani memiliki cita-cita, mengembangkan kreativitas, serta mengambil peran dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....