HUT ke-81 RI: Tiga Sekolah Rakyat di DIY Ikuti Renungan Suci di Kulon Progo
- 17 Agt 2026 07:43 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Kulon Progo – Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Yogyakarta Kementerian Sosial RI menggelar kegiatan Fun Games hingga Renungan Suci di Sekolah Rakyat Terpadu I Kulon Progo. Agenda ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.
Kegiatan tersebut menjadi momen istimewa karena berhasil menyatukan dan mengelaborasikan para siswa dari tiga Sekolah Rakyat di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), yaitu Sekolah Rakyat Menengah Atas 19 Bantul, Sekolah Rakyat Menengah Atas 20 Sleman, serta Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kulon Progo.
Rangkaian kegiatan peringatan HUT RI di Sekolah Rakyat Kulon Progo ini juga melibatkan kolaborasi dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Satuan Kerja Pelaksanaan Strategis DIY.
Kepala BBPPKS Yogyakarta Haruman Hendarsah menjelaskan bahwa kolaborasi tiga Sekolah Rakyat ini menjadi wadah penting untuk membangun komitmen bersama serta menanamkan nilai-nilai kebangsaan.
"Ini momen yang sangat baik, yang sangat langka bagaimana kami mengelaborasikan tiga Sekolah Rakyat untuk bersama-sama membangun komitmen dan kebersamaan dalam peringatan perjuangan kemerdekaan ini," ujarnya.
Menurutnya, rangkaian acara berlangsung sejak pagi yang diawali dengan berbagai lomba dan pertandingan seru (Fun Games) guna menyemarakkan suasana kebersamaan. Pada malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan Renungan Suci sebagai bentuk tirakat bersama.
"Kegiatan Renungan Suci ini kami lakukan untuk menumbuhkan semangat perjuangan, semangat persatuan, dan jiwa-jiwa kepahlawanan buat anak-anak Sekolah Rakyat," ujarnya.
Sebagai bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2022 terkait percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem, jelas Haruman, Sekolah Rakyat hadir untuk memberikan kesempatan pendidikan bagi anak-anak yang sebelumnya kurang tersentuh layanan pendidikan.
Haruman menegaskan bahwa intervensi yang dilakukan Kemensos melalui BBPPKS tidak hanya sebatas pendampingan fisik, melainkan juga penguatan mental dan rasa percaya diri para siswa.
"Mereka yang tadinya sebagai invisible people, tidak terlihat, bagaimana kita dapat menumbuhkan semangat dan kepercayaan bahwa mereka bukan hanya rakyat biasa, tetapi bisa mewujudkan cita-cita untuk melanjutkan pendidikan. Harapannya dapat membuat mereka lebih percaya diri, lebih maju, lebih ulet, dan tekun," ujarnya.
Pendampingan menyeluruh terus dilakukan selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) agar para siswa merasa nyaman, betah, dan siap menghadapi proses pembelajaran.
"Kami berkomitmen untuk terus memberikan pengasuhan serta penguatan positif agar program strategis pemerintah ini dapat melahirkan generasi muda yang mandiri menuju wujud Indonesia Emas 2045," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....