BMKG Prediksi DIY Nyaris tanpa Hujan hingga November

  • 02 Sep 2026 17:03 WIB
  •  Yogyakarta

RRI.CO.ID, Yogyakarta – Stasiun Klimatologi Kelas II DIY memprediksi musim kemarau di Yogyakarta masih akan berlangsung hingga dasarian kedua bulan November. Curah hujan juga diperkirakan masih belum turun pada bulan September.

Tercatat curah hujan dasarian satu dan dua September 2026 diprediksi dalam kategori rendah berkisar antara 0-10 mm perdasarian dengan sifat hujan seluruhnya Bawah Normal (BN). Sementara, pada dasarian ketiga September curah hujan diprediksi dalam kategori rendah berkisar antara 0-20 mm perdasarian dengan sifat hujan Bawah Normal (BN).

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II DIY Mamenun menyebut curah hujan bahkan belum terlihat signifikan hingga tiga bulan ke depan. “Peringatan Dini Kekeringan Meteorologis DIY pada Dasarian I September 2026 berada dalam status Awas di seluruh wilayah DIY,” kata Mamenun melalui keterangan tertulis, Rabu, 2 September 2026.

Mamenun menambahkan durasi musim kemarau 2026 di DIY diprediksi bervariasi antara 16-18 dasarian dan 19 -21 dasarian. Sedangkan, jumlah curah hujan musim kemarau 2026 diprediksi antara 250 sampai 400 mm. Dengan demikian, musim kemarau 2026 di DIY diprediksi akan berakhir pada dasarian pertama dan kedua November 2026.

Dia mengimbau masyarakat untuk siap dan antisipatif terhadap dampak musim kemarau. Terutama di wilayah yang rentan terhadap bencana kekeringan meteorologis, seperti kebakaran hutan dan lahan serta berkurangnya ketersediaan air bersih. Hal ini berkaitan dengan aktivitas El Nino kategori sangat kuat berpeluang terjadi sampai dengan awal tahun Januari 2027. Dampaknya dapat mengurangi curah hujan dan menambah durasi periode musim kemarau di wilayah DIY.

“Sehubungan dengan potensi kekeringan meteorologis DIY dalam status awasm masyarakat dan pemangku kepentingan diharapkan dapat mengantisipasi kondisi tersebut melalui pengelolaan sumber daya air secara efisien dan penyesuaian kegiatan sesuai kondisi wilayah. El Nino dapat mengakibatkan kekeringan yang berpeluang terjadi hingga Desember 2026,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....